Co-Founder Facebook Beri Pendanaan Rp584 Miliar ke Zipmex

loading...
Co-Founder Facebook Beri Pendanaan Rp584 Miliar ke Zipmex
Zipmex telah berkembang pesat dari platform aset digital di Indonesia menjadi pemain regional dalam layanan keuangan digital. Foto/Ist
JAKARTA - Platform jual beli asset kripto, Zipmex, memperoleh pendanaan seri B sebesar USD41 juta atau setara Rp584 miliar (Rp14.250 per USD) dari B Capital Group, Angel Investor dan Eduardo Saverin yang dikenal sebagai Co-Founder Facebook .

B Capital adalah sebuah perusahaan investasi dunia berbasis di Amerika milik Raj Ganguly yang telah berinvestasi di berbagai perusahaan dengan tujuan melakukan transformasi terhadap industri konvensional. Perusahaan ventura ini sebelumnya telah berinvestasi juga di startup inovatif di Asia Tenggara seperti NinjaVan yang mengakomodir pengiriman logistik dan CoinDCX, unicorn terbaru sekaligus bursa aset kripto terbesar di India.

Baca Juga : Punya Utang Jumbo Capai Rp4.270 Triliun, Akankah Evergrande Mengulang Krisis 2008?

CEO dan Co-Founder Zipmex Marcus Lim mengatakan sebagai platform aset digital terpercaya di Asia, Zipmex memiliki rencana besar. Bukan hanya untuk menjangkau jutaan konsumen di seluruh Asia Tenggara, tetapi juga membangun eksosistem yang lebih besar dari sekadar platform keuangan.

“Kami sangat senang mengumuman daftar final dari investor yang mendukung mimpi kami untuk mewujudkan impian dan harapan masyarakat Asia melalui aset digital. Sangat jarang melihat perusahaan ventura dunia dan institusi keuangan mampu melihat peluang dalam dunia aset kripto dan berinvestasi seperti ini. Ini membuat kami semakin dekat dengan masa depan dengan peluang, akses, dan kemerdekaan finansial untuk semua lapisan,” kata Marcus Lim dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Selasa (21/9/2021).



Selain Raj Ganguly dan Eduardo Saverin, ada beberapa investor lainnya yang juga turut mengumumkan partisipasi mereka. Kedua investor tersebut adalah TNB Aura, dan V Ventures. TNB Aura adalah perusahaan ventura terkemuka berbasis data yang menggunakan tesis dan metodologi khusus untuk mengidentifikasi dan berinvestasi di perusahaan terpilih. Beberapa portofolio mereka antara lain Zenyum, Super, Co-Learn dan Propzy.

“Dengan tim yang luar biasa, visi yang jelas, dan roadmap yang tertata, Zipmex menawarkan platform yang mudah diakses dan mudah dipahami bagi seluruh konsumen di Asia Tenggara yang ingin menjadi bagian dari revolusi aset digital. Kami merasa terhormat untuk bekerja sama dengan perusahaan yang berani melakukan transformasi dalam menabung, menghasilkan pendapatan, dan berbelanja,” tutur Co-Founder & Managing Partner TNB Aura Charles Wong.

Sementara itu, V Ventures adalah sebuah perusahaan ventura berbasis di Singapura yang bermitra dengan Thoresen Thai Agencies sebagai anchor LP. Perusahaan ini umumnya berinvestasi di perusahaan tahap awal dan tahap akhir di seluruh wilayah dan melakukan diversifikasi di berbagai perusahaan teknologi mutakhir dari desain solusi pinjaman elektronik global untuk memanfaatkan teknologi mendalam di sektor non-internet. Portofolio perusahaannya meliputi BLender Finance, Cloudbreakr, Creative Ventures, Owlstone Medical, dan banyak lagi.

Baca Juga : Wamenkeu Optimistis Pendapatan Perkapita RI Bisa Naik 5 Kali Lipat

“Zipmex telah berkembang pesat dari platform aset digital di Indonesia menjadi pemain regional dalam layanan keuangan digital. Zipmex bahkan berhasil melakukannya sambil memastikan bahwa seluruh perusahaan teregulasi sesuai dengan peraturan pemerintah di masing-masing negara,” kata General Partner V Ventures Chalermchai Mahagitsiri.

Ketiga perusahaan ini mengikuti jejak Krungsri Finnovate Company Limited milik Bank of Ayudhya, Thailand’s Plan B Media PLC, Master Ad (MACO) PLC, MindWorks Capital, dan juga investor asal Amerika Jump Capital yang sebelumnya telah memimpin pendanaan Seri A Januari tahun ini sebagai perusahaan pertama yang berinvestasi di perusahaan bursa aset kripto.
(dar)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top