Lebih Parah dari Krismon 1998, Pandemi Covid Bikin 11 Juta UMKM Gulung Tikar
Rabu, 22 September 2021 - 16:58 WIB
loading...
Pelaku UMKM. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak sektor usaha berguguran tak terkecuali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Berdasarkan empat kali survei yang dilakukan Komunitas UMKM Naik Kelas, jumlah UMKM yang gulung tikar mengalami peningkatan signifikan.
Ketua Komunitas UMKM Naik Kelas Raden Tedy mengatakan, berdasarkan survei dan kajian pada UMKM pada April 2020 atau saat pandemi Covid-19 merebak, 83% UMKM berpotensi bangkrut.
Dilanjutkan pada bulan Juli 2020 atau era normal baru, pihaknya kembali merilis hasil survei dan kajian bahwa ada perbaikan, di mana UMKM yang berpotensi bangkrut turun menjadi 43%.
"Pada Maret 2021 kembali kami keluarkan hasil survei dan kajian, ada 5,4% atau 3,5 juta pelaku UMKM yang sudah bangkrut dan 34,8% UMKM yang masih berpotensi bangkrut," ujar Tedy dalam konferensi pers virtual Komnas UKM di Jakarta, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: 12,7 Juta Pelaku UMKM Terima Bantuan Rp15,24 Triliun
Ketua Komunitas UMKM Naik Kelas Raden Tedy mengatakan, berdasarkan survei dan kajian pada UMKM pada April 2020 atau saat pandemi Covid-19 merebak, 83% UMKM berpotensi bangkrut.
Dilanjutkan pada bulan Juli 2020 atau era normal baru, pihaknya kembali merilis hasil survei dan kajian bahwa ada perbaikan, di mana UMKM yang berpotensi bangkrut turun menjadi 43%.
"Pada Maret 2021 kembali kami keluarkan hasil survei dan kajian, ada 5,4% atau 3,5 juta pelaku UMKM yang sudah bangkrut dan 34,8% UMKM yang masih berpotensi bangkrut," ujar Tedy dalam konferensi pers virtual Komnas UKM di Jakarta, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: 12,7 Juta Pelaku UMKM Terima Bantuan Rp15,24 Triliun
Lihat Juga :