Perkembangan PLTN Stagnan dalam 10 Tahun Terakhir
Rabu, 22 September 2021 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
"Jika kita kembali ke tahun 2000 dan memproyeksikan pengembangan energi di tahun 2050, maka kita sudah berada di tahun 2050 dengan mengandalkan energi terbarukan dan penyimpanan energi. Namun kita memutuskan untuk menggunakan nuklir dan CCS, maka kita akan kembali ke tahun 2000," kata Morris.
Baca juga: Ngaku Bodoh dan Minta Maaf, Ustaz Yusuf Mansur Puji Deddy Corbuzier
Dosen Senior Fakultas Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) memandang pengembangan CCUS dapat membantu penurunan emisi, seperti pada PLTU batu bara yang berdekatan dengan lapangan migas. Meski demikian, ada keterbatasan dalam pengembangannya.
"Agar bisa lebih ekonomis maka selayaknya lokasi sumber emisi (source) dan lokasi tampungan (sink) mesti berdekatan. Selain itu, perlu penerapan strategi lainnya seperti hub clustering atau menggunakan infrastruktur dukungan CCUS seperti pipa gas bersama-sama untuk menekan biaya CAPEX," jelasnya.
Baca juga: Ngaku Bodoh dan Minta Maaf, Ustaz Yusuf Mansur Puji Deddy Corbuzier
Dosen Senior Fakultas Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) memandang pengembangan CCUS dapat membantu penurunan emisi, seperti pada PLTU batu bara yang berdekatan dengan lapangan migas. Meski demikian, ada keterbatasan dalam pengembangannya.
"Agar bisa lebih ekonomis maka selayaknya lokasi sumber emisi (source) dan lokasi tampungan (sink) mesti berdekatan. Selain itu, perlu penerapan strategi lainnya seperti hub clustering atau menggunakan infrastruktur dukungan CCUS seperti pipa gas bersama-sama untuk menekan biaya CAPEX," jelasnya.
(uka)
Lihat Juga :