Biaya Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Atas Harga Rata-rata Pasar

Rabu, 22 September 2021 - 20:31 WIB
loading...
Biaya Pembebasan Lahan...
PT KCIC ternyata juga membayar kompensasi untuk tanaman dari lahan yang dibebaskan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China ( KCIC ) berkomentar sedikit soal pembengkakan biaya proyek (cost overrun) kereta cepat Jakarta-Bandung. Pihak KCIC menyatakan bahwa masalah itu masih dalam tahap evaluasi di tingkat internal KCIC bersama para pemegang saham dan sponsor terkait.

Baca juga: Baru 78,8 Persen, KCIC Pede Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Rampung di 2022

“Terkait cost overrun atau biaya tak terduga, kami masih melakukan efisiensi di sejumlah lini tanpa mengubah target operasional KCJB. Selebihnya, seluruh hal terkait cost overrun masih dibahas di tingkat kementerian, BUMN sponsor dan juga pemerintah. Sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” ujar General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya saat hubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (22/9/2021).

Seperti diketahui, biaya pembangunan proyek kereta cepat Jakarta Bandung terus mengalami pembengkakan. Awalnya pendanaan proyek itu sebesar Rp78 triliun, kemudian bertambah menjadi Rp85 triliun, dan akhirnya tembus Rp113 triliun.

Sementara terkait dengan pembebasan lahan, lanjut dia, saat ini sudah mencapai 100%. Menurut Mirza kompensasi yang diterima pemilik lahan besarannya berbeda-beda, tergantung luas wilayah dan lokasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Sambut Libur Panjang,...
Sambut Libur Panjang, Whoosh Beri Diskon Rombongan hingga 20 Persen
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
Rekomendasi
6 Kandidat Calon Ketua...
6 Kandidat Calon Ketua Umum PB SEMMI Periode 2026–2029 Resmi Ditetapkan
Partai Perindo Tuntaskan...
Partai Perindo Tuntaskan SK Definitif 15 DPD Sulut, Mantapkan Persiapan Verifikasi Parpol
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Berita Terkini
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Tren Global Tokenisasi...
Tren Global Tokenisasi Aset Menguat, RWA Jadi Motor Baru Industri Kripto
INDEF: Wacana Layer...
INDEF: Wacana Layer Cukai Rokok Murah Berisiko Tekan Penerimaan Negara
8 Juta Sertifikat Tanah...
8 Juta Sertifikat Tanah Gratis Bakal Diterbitkan untuk MBR, Intip Tiga Kategorinya
Pemanfaatan Big Data...
Pemanfaatan Big Data Analytics di Perusahaan Reasuransi
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved