Sebelum Pandemi, Ini Krisis-krisis yang Pernah Dialami Dunia dan Indonesia

Kamis, 23 September 2021 - 20:22 WIB
loading...
A A A
Subprime mortgage ini juga berdampak kerugian signifikan untuk Eropa dan Jepang. Beberapa kebijakan diupayakan untuk mencegah krisis berkepanjangan, yaitu melalui kebijakan decoupling, penurunan suku bunga, stimulus fiskal, positioning yang tepat, dan mencari suntikan dana diluar APBN.

3. Krisis Keuangan 2012

Pada tahun 2012 lalu, Eropa mengalami krisis mata uang Euro yang terburuk. Krisis ini terjadi akibat kesalahan desain Uni Moneter Eropa (EMU) yang menjadikan euro sebagai alat tukar sejak 1 Januari 1999. Penggunaan euro merupakan kelanjutan dari upaya UE untuk menciptakan pasar bersama, yang menghilangkan hambatan perdagangan barang dan jasa lintas batas, serta mobilitas tenaga kerja dan faktor produksi lainnya.

Tidak adanya otoritas fiskal terpusat untuk mendukung penggunaan euro untuk mengelola harmonisasi pajak, menerbitkan obligasi, dan mengatur transfer antar negara untuk menangani siklus ekonomi regional adalah kelemahan mendasar pertama. Tidak adanya entitas yang mengawasi harmonisasi kebijakan ekonomi dan sosial yang dapat merusak daya saing ekonomi nasional negara-negara anggota merupakan kelemahan desain kedua.

Baca juga: Ratusan Anggota SAR Dikerahkan Cari Pendaki Sleman yang Hilang di Lereng Merapi

Defisit transaksi berjalan di neraca pembayaran yang terus tumbuh, dan keterkaitan ekonomi dengan negara-negara anggota zona euro di Eropa utara, seperti Jerman, Austria, dan Belanda, menunjukkan rendahnya daya saing kelima negara tersebut. Kelemahan desain ketiga adalah kurangnya lembaga pusat yang mengontrol dan mengawasi bank dan lembaga keuangan lainnya di semua negara anggota untuk memastikan stabilitas industri keuangan. Faktanya, EMU telah mengintegrasikan pasar keuangan di seluruh zona euro dengan menghilangkan hambatan aliran modal antar-negara.

Krisis Eropa ini berpengaruh kepada Indonesia yang dimulai dari transaksi barang dan jasa ataupun lalu lintas modal dalam neraca pembayaran. Ekspor bahan baku mulai mengalami penurunan ke Eropa. Resesi Eropa dan Amerika Serikat menyebabkan penurunan permintaan yang signifikan. Arus keluar modal juga mengalami gangguan yang menyebabkan rupiah mulai lemah. Secara umum, dampak krisis eropa ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah, menurunnya permintaan impor, turunnya nilai impor, dan tingkat inflasi yang tinggi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Rupiah Rp17.600 per...
Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998
Rupiah Pekan Depan Diramal...
Rupiah Pekan Depan Diramal Masih di Atas Rp17.000 per Dolar AS
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise Spill Tipis Baby Soso, Warganet: Bule Banget!
Berita Terkini
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved