Erick Thohir Lecut Startup Lokal Karya Anak Muda Jadi Unicorn Baru

loading...
Erick Thohir Lecut Startup Lokal Karya Anak Muda Jadi Unicorn Baru
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, dalam beberapa tahun ke depan setidaknya ada 25 startup baru. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Upaya penguatan dan pengembangan usaha rintisan atau startup dalam negeri tidak saja dilakukan melalui pendirian modal ventura atau investasi perusahaan pelat merah. Pemerintah juga akan mendorong pendirian startup yang dilakukan anak muda.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, dalam beberapa tahun ke depan setidaknya ada 25 startup baru. Saat ini Indonesia baru mencatatkan lima perusahaan rintisan.

Kementerian BUMN sendiri akan mengambil langkah strategis untuk mewujudkan keberadaan unicorn-unicorn baru dalam negeri. Erick menyebut, pada Desember 2021 dirinya akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas hal tersebut.

Baca juga: Digantikan Perempuan Muda, Pekan Depan Erick Thohir Akan Nganggur Seharian



"Ini kan kita harus membuat sebuah gelombang besar baru. Makanya kita bulan Desember minggu kedua, kita bersama Pak Presiden akan (membahas) juga bagaimana kita terus mendorong perusahaan yang dimiliki generasi muda agar menjadi unicorn baru," ujar Erick saat ditemui di tempat kerjanya, Kamis (23/9/2021).

Langkah itu, kata dia, sekaligus mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia agar menjadi lebih besar dan mampu menyerap lapangan kerja baru secara masif.

"Dan juga mendorong ekonomi kita untuk memastikan Indonesia kita terproteksi juga dengan digitalisasi, jangan dari luar aja kita jadi market tapi banyak entrepreneur yang juga bisa berdiri tegak dan akan mendorong mereka," tuturnya.

Baca juga: Sinyal Positif dari Fenomena IPO Sejumlah Startup

Erick menegaskan, Kementerian BUMN tidak hanya fokus mendukung UMKM. Namun juga mendorong kinerja startup. Kerja sama antara perusahaan pelat merah dan perusahaan rintisan itu menjadi bagian dalam pembangunan ekosistem transformasi.

Salah satu bentuk dukungan ini adalah BUMN belakangan banyak membentuk modal ventura dan gencar berinvestasi pada startup. Erick lantas merinci beberapa nama BUMN dan jumlah startup yang sudah mendapatkan investasi dari BUMN.



“Telkomsel 15, BRI 15, Mandiri Capital 15, saya juga berikan kesempatan BNI untuk mulai masuk tapi cukup 5. Karena kebiasaan BUMN kalau diberikan banyak semua ikut investasi, nanti startup kebakaran semua (bakar uang),” tukasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top