Maksimalkan Digitalisasi Pencatatan Transaksi dan Stok Barang UMKM

Jum'at, 24 September 2021 - 00:14 WIB
loading...
Maksimalkan Digitalisasi...
Pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan laju digitalisasi UMKM di Indonesia. Mulai dari pencatatan transaksi yang masih berantakan sehingga mengurangi omzet hingga lupa stok barang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pergerakan UMKM menjadi sorotan utama di tengah gencarnya transformasi digital pada sektor ekonomi domestik. Terutama dalam membantu pegiat UMKM menghadapi berbagai tantangan laju digitalisasi UMKM di Indonesia.

Mulai dari pencatatan transaksi yang masih berantakan sehingga mengurangi omzet, bingung berapa untung yang didapat, lupa memperbarui stok barang, sampai kesulitan akses untuk memperoleh barang dari distributor secara efisien.

Baca Juga: Pastikan Ekonomi Rakyat Tetap Bergerak, Menko Airlangga Tinjau UMKM Rumahan di Surakarta

Oleh karena itu, OttoPay, aplikasi dagang milik PT Reksa Transaksi Sukses Makmur, berupaya mendukung laju UMKM secara menyeluruh dari ruang lingkup terkecil dengan menghadirkan layanan OttoKasir dan OttoGrosir untuk memaksimalkan UMKM digital, terutama dari sisi pencatatan transaksi dan penyediaan stok barang.

Melalui kedua layanan ini, OttoPay berhasil mencatat total transaksi QRIS hingga 60 persen dan memberdayakan ribuan mitra UMKM yang memanfaatkan penyediaan barang selama pandemi.

Hasil riset Alpha JWC Ventures dan Kearney berjudul ‘Unlocking Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia’ menyatakan bahwa dalam lima tahun ke depan, penggunaan layanan digital di kota kedua dan ketiga akan mendongkrak sektor UMKM salah satunya melalui pembayaran digital, sehingga nantinya akan berperan dalam menopang pertumbuhan ekonomi digital dari UMKM.

Sebagai penyedia layanan transaksi digital bagi UMKM, OttoPay optimis dengan kemampuan mitra UMKM dalam beradaptasi dan terbiasa menggunakan layanan digital, sehingga dapat memaksimalkan sektor UMKM secara menyeluruh dan turut berperan serta dalam mendongkrak persiapan digitalisasi UMKM.

“Kontribusi industri teknologi finansial kepada UMKM akan terus memunculkan harapan baru, maka, OttoPay berupaya memaksimalkan kesiapan digitalisasi UMKM dengan menghadirkan OttoKasir untuk mempermudah pencatatan transaksi digital serta pengelolaan stok barang mitra dan OttoGrosir yang akan memperkuat dan melengkapi penyediaan barang bagi mitra," jelas Senior Product Manager PT Reksa Transaksi Sukses Makmur, Muhammad Alfi Nurcahyo.

Dari hasil implementasi kerjasama bisnis keseluruhan yang sudah berjalan, diterangkan olahnya sudah bermitra dengan ratusan ribu UMKM yang sudah mengoptimalkan layanan OttoPay, di antaranya melalui layanan OttoKasir dan OttoGrosir.

"Kami berharap hadirnya kedua layanan yang saling terintegrasi ini dapat menjangkau mitra UMKM lebih luas lagi dan membantu mereka untuk lebih berdaya,” sambungnya.

Baca Juga: Ibu Negara Iriana : Di Masa Pandemi, Saatnya UMKM Bertransformasi !

OttoPay mendukung persiapan digitalisasi UMKM dengan menghadirkan OttoKasir, aplikasi yang membantu pencatatan secara rinci, menyeluruh, dan terintegrasi baik bagi mitra OttoPay, modern merchant, maupun OttoGrosir.

Aplikasi OttoKasir sendiri menyediakan pencatatan transaksi pembayaran dengan menggunakan uang tunai, QRIS, dan kasbon sehingga pengguna tidak perlu khawatir apabila pencatatan keuangannya tidak terdata dengan baik.

Selama periode Oktober 2020-Agustus 2021, 60% transaksi yang tercatat dalam aplikasi OttoKasir berasal dari QRIS, serta mitra-mitra yang sudah menggunakan OttoKasir lebih terbantu dalam operasional usaha, sehingga dari segi pencatatan transaksi digital dan operasional, persentase tersebut memantapkan posisi OttoPay dalam mendukung persiapan UMKM untuk go digital.

Di sisi lain, OttoPay memahami bahwa penyediaan barang yang efisien berperan penting dalam digitalisasi UMKM, terutama dalam hal kemudahan akses distribusi ke warung dan toko-toko kelontong. Maka OttoPay menghadirkan OttoGrosir yang ada di kantor cabang OttoPay yang mewadahi kebutuhan setiap mitra melalui penyediaan barang-barang sembako atau bahan baku.

Hingga saat ini, kantor cabang OttoGrosir telah melayani sekitar 2000 mitra OttoPay di 12 wilayah, yaitu: Jakarta, Bekasi, Bogor, Sukabumi, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, dan Palembang. Untuk ke depannya, OttoGrosir juga berencana memperluas jangkauan ke daerah lainnya dan menjalin kerja sama dengan para pemasok utama barang yang dibutuhkan oleh mitra-mitra OttoPay.

OttoKasir juga menjangkau OttoGrosir agar transaksi pengiriman barang ke toko atau warung mitra juga termasuk dalam pencatatan melalui fitur kelola produk untuk memeriksa stok barang yang nantinya akan dipesan ke OttoGrosir.

Dalam fitur OttoGrosir yang terintegrasi dengan aplikasi OttoKasir, mitra dapat melakukan penyusunan daftar produk atau dagangan yang dijual pada lapak OttoGrosir, sehingga mitra OttoGrosir dapat melakukan pencatatan terkait dengan stok barang dagangan dan transaksi menggunakan aplikasi OttoKasir.

OttoKasir dan OttoGrosir hadir untuk bersanding dan bersinergi dengan fitur produk-produk OttoPay lainnya dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan, serta saling memperkuat dan melengkapi kebutuhan para Mitra OttoPay.

"Dalam penerapannya, kedua layanan ini akan terus kami evaluasi agar semakin efisien, solid, komprehensif, dan berkesinambungan mendukung digitalisasi UMKM di berbagai wilayah di Indonesia sehingga memberikan bukti nyata dalam mendukung laju peningkatan ekonomi digital secara nasional,” pungkas Alfi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
CASH Fokus Perkuat Fundamental...
CASH Fokus Perkuat Fundamental di Tengah Perkembangan Pembayaran Digital
Ada Finpay di Balik...
Ada Finpay di Balik Ekspansi QRIS ke China, Mampu Tangani 1.500 Transaksi per Detik
Belajar Mengelola Keuangan...
Belajar Mengelola Keuangan di UMKM Digital Finance Tour
Sri Gusni: Pergantian...
Sri Gusni: Pergantian Pimpinan BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Menyeluruh Program MBG
Angela Tanoesoedibjo:...
Angela Tanoesoedibjo: Perindo Rancang Program Baru Pemberdayaan UMKM
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Berita Terkini
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved