Subhan Aksa Keluhkan Kenaikan Harga Batu Bara ke DPR RI
Jum'at, 24 September 2021 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan itu, Subhan juga mengeluhkan terkait harga batu bara yang naik pada awal 2021. Bahkan peningkatannya mencapai 90%, terlebih lagi penggunaan baru bara sebagai bahan baku semen menyerap 70% dari proses produksi. Serta isu terkait carbon tax, yang akan dibebankan kepada industri yang memakai bahan bakar berbasis karbon yang tentunya akan sangat memberatkan pelaku industri semen.
“Konsumsi nasional 116 juta ton, yang tidak beriringan dengan penjualan 67-70 juta ton/tahun. Hal ini membutuhkan intervensi dari DPR RI untuk mendukung penyehatan industri semen,” ujar putra bungsu Aksa Mahmud ini.
Terkait hal itu, Eddy Soeparno mengatakan, keprihatinannya terhadap industri semen yang over supply. Sebab di Sulawesi ada tiga pabrik semen yang total memproduksi 14 juta ton, namun konsumsi hanya 6,1 juta ton. Sehingga over supply sekitar 50 persen. Hal ini juga makin diperparah dengan adanya pemain baru yang memiliki akses permodalan yang kuat, sehingga mengacaukan harga di pasaran.
"Industri nasional harus tumbuh dan kuat. Kita punya kesempatan karena industri jadi tulang punggung dari kebangkitan ekonomi, termasuk industri semen. Proyek proyek infrastruktur kedepan, ibukota baru di Kalimantan, kita berharap sektor industri dan semen akan terbantu. Khususnya Bosowa , jadi harapan untuk warga Maros," ujar legislator dapil Jawa Barat III ini.
Baca Juga: Harga Batu Bara Diprediksi Terus Menguat hingga Akhir Tahun
“Konsumsi nasional 116 juta ton, yang tidak beriringan dengan penjualan 67-70 juta ton/tahun. Hal ini membutuhkan intervensi dari DPR RI untuk mendukung penyehatan industri semen,” ujar putra bungsu Aksa Mahmud ini.
Terkait hal itu, Eddy Soeparno mengatakan, keprihatinannya terhadap industri semen yang over supply. Sebab di Sulawesi ada tiga pabrik semen yang total memproduksi 14 juta ton, namun konsumsi hanya 6,1 juta ton. Sehingga over supply sekitar 50 persen. Hal ini juga makin diperparah dengan adanya pemain baru yang memiliki akses permodalan yang kuat, sehingga mengacaukan harga di pasaran.
"Industri nasional harus tumbuh dan kuat. Kita punya kesempatan karena industri jadi tulang punggung dari kebangkitan ekonomi, termasuk industri semen. Proyek proyek infrastruktur kedepan, ibukota baru di Kalimantan, kita berharap sektor industri dan semen akan terbantu. Khususnya Bosowa , jadi harapan untuk warga Maros," ujar legislator dapil Jawa Barat III ini.
Baca Juga: Harga Batu Bara Diprediksi Terus Menguat hingga Akhir Tahun
Lihat Juga :