FDI Masih Minim, Investor Rusia Ditantang Tingkatkan Investasi di Indonesia

Minggu, 26 September 2021 - 21:13 WIB
loading...
FDI Masih Minim, Investor...
Investor Rusia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur seperti kereta api di Sumatera. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menantang investor Rusia meningkatkan investasinya di Indonesia. Hal itu dikemukakan anggota Komite Investasi Kementerian Investasi/BKPM Rizal Calvary Marimbo, usai bertemu beberapa pimpinan dan manajemen Russian Railways dan The Russian Business Counsil (RBC) di Moskow, Rusia, baru-baru ini.

Pihak Russian Railways diwakili Alexander Popov selaku Deputy Executive Director dan Dmimitry Alekseev yang menjabat Head of Directorate Foreign Project. Sedangkan pihak RBC yang hadir antara lain CEO Spectrum Group Mikhail Kuritsyn dan Chairman ICG Investconsult Alexander Pogoreiskiy.

"Tadi kita tidak hanya petakan potensi investasi Rusia di Indonesia. Tapi kita tantang juga dia. Jangan mau kalah dari China, Korsel dan negara-negara lain," ujar Rizal dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/9/2021). Turut serta dalam kunjungan ke Rusia sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan bupati Morowali Utara.

Baca juga: 7 Negara Siap Investasi Baterai Listrik di Indonesia, China Sudah Teken

Rizal menjelaskan, total investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) Rusia di Indonesia pada periode 2016-2021 hanya sebesar USD46,82 juta. Investasi tersebut di lima sektor yakni industri kimia dan farmasi, hotel dan restoran, real estates, perdagangan dan layanan dan lain-lain.

Investasi Rusia tersebar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Sumatra, Jawa dan Kalimantan. "Sebesar 57,3% investasi Rusia di Bali dan Nusa Tenggara, Sumatera 34%, Jawa hanya 7,3%, Sulawesi 2,4%," urai Rizal.

Rusia saat ini menempati peringkat 39, FDI di Indonesia. Dengan posisi tersebut, posisi Rusia masih tertinggal dalam hal FDI di Indonesia dibandingkan dengan beberapa negara Eropa lainnya seperti Belanda dan Swiss.

Rizal mengatakan, pihaknya optimis investasi Rusia akan berkembang ke depan, mengingat berbagai reformasi yang telah dilakukan untuk mempermudah kemudahan berusaha dan berinvestasi.

Baca juga: Rusia: Pengakuan Terhadap Taliban Belum Ada di Atas Meja

Pihaknya juga menyosialisasikan UU Cipta Kerja, sentralisasi perizinan, kebijakan insentif dan fasilitas fiskal serta perbaikan lainnya di era kepemimpinan menteri Bahlil Lahadalia.

”Arahan Pak Menteri Bahlil, bahwa perbaikan iklim investasi dilakukan secara sistematis, terarah dan fundamental dilakukan di Tanah Air. Dan ini memang yang investor tunggu-tunggu,” tuturnya.

Lebih lanjut Rizal menambahkan, investor Rusia tertarik berinvestasi di sektor infrastruktur dan energi. "Utamanya mereka banyak tanya-tanya soal prospek kereta api di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua serta kelistrikan pembangkit tenaga nuklir," ungkapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Di Motion Trade, Anargya...
Di Motion Trade, Anargya Asset Management Bikin Challenge dengan Total Reward Rp25 Juta
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Rekomendasi
Bea Cukai dan BNN Gagalkan...
Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
Ruben Onsu Gugat Hak...
Ruben Onsu Gugat Hak Asuh Tiga Anak, Nama Betrand Peto Ikut Dicantumkan
Berita Terkini
MPIX Tunjuk Nurfaizi...
MPIX Tunjuk Nurfaizi Suwandi jadi Komisaris Independen, Pertegas Ekspansi ke Remitansi Pekerja Migran
IHSG Jaga Tren Positif,...
IHSG Jaga Tren Positif, Hari Ini Ditutup Menguat ke 5.744
DJP Kejar Pajak Digital,...
DJP Kejar Pajak Digital, Jangan Kaget Pengguna Aplikasi Olahraga Strava Kena PPN 11%
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved