KPED Jabar Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Teknologi Pertanian

loading...
KPED Jabar Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Teknologi Pertanian
Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja turut dalam panen raya bersama Ketua KPED Ipong Witono, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Barat Rudy Rakian, dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat Adang Rochjana. Foto/Ist
JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, ketersediaan dan ketahanan pangan menjadi sangat prioritas. Untuk itu dibutuhkan pengembangan teknologi pertanian dalam meningkatkan produksi pangan.

Terkait hal tersebut, perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) mengapresiasi langkah Komite Pemulihan Ekonomi Daerah (KPED) Jawa Barat yang mampu mengembangkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan di Tatar Sunda.

Baca Juga : Luhut Targetkan Ekspor Bumbu Rempah Capai Rp28 Triliun di 2024

Penerapan teknologi berupa suplemen penyubur tanah dan tanaman itu sudah diaplikasikan di sejumlah demplot di beberapa kabupaten di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Sumedang. “Dengan peningkatan produksi, kekurangan pangan Jabar dapat diatasi,” kata Ketua KPED Ipong Witono, usai panen bersama di pesawahan Pacuan Kuda, Kotakaler, Sumedang, Jawa Barat, Senin (27/9/2021).

Guntur Subagja turut dalam panen raya bersama Ketua KPED Ipong Witono, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jawa Barat Rudy Rakian, dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat Adang Rochjana.



Menurut Guntur, Jawa Barat harus kembali menjadi lumbung pangan nasional. “Kita berharap Sumedang menjadi salah satu motor pembangunan kemandirian pangan nasional di Jawa Barat,” kata Guntur yang juga Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI.

Di tengah pandemi Covid-19, ungkap Guntur, ketersediaan dan ketahanan pangan menjadi sangat prioritas. “Kita harus bisa bagaimana swasembada kembali lagi dan membangun ketahanan pangan dimana kualitas pertanian Sumedang dan Jawa Barat sangat bagus sekali,” tuturnya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyambut baik diterapkannya pengembangan produksi padi dengan menggunakan Bio Gro di lahan pertanian Kabupaten Sumedang. Bio Gro telah diujicobakan untuk tanaman padi di pesawahan Pacuan Kuda Lingkungan Sindang Raja Kelurahan Kotakaler Kecamatan Sumedang Utara dan hasil panen menunjukkan ada peningkatan produksi bahkan mencapai dua kali lipat.

“Sumedang menjadi demplot untuk percontohan tanaman padi menggunakan Bio Gro. Hasilnya ada peningkatan. Yang biasanya 4-5 ton/ hektare kini bisa sampai 9 ton/hektare,” ucap Bupati.

“Demplot seperti ini pun nanti dipraktikkan di Cimalaka (dan daerah lainnya) sehingga Sumedang menjadi bagian kerja sama dengan PT Bio Gro untuk penanaman secara masif dengan pola tanam ini. Jadi produksi panen meningkat dan mudah-mudahan surplus terus dan tidak mengimpor beras lagi,” imbuhnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top