10 Bulan Puluhan Ribu Petani India Kemah di Jalan Protes UU Pertanian

Senin, 27 September 2021 - 21:53 WIB
loading...
10 Bulan Puluhan Ribu...
Salah satu protes petani India di jalur kereta dan stasiun. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Para petani India terus menentang reformasi sektor pertanian yang dianggap mengancam mata pencaharian mereka. Aksi kali ini digelar secara nasional setelah setahun undang-undang (UU) tentang liberalisasi sektor pertanian diperkenalkan.

Selama 10 bulan, puluhan ribu petani telah berkemah di jalan raya utama di sekitar ibu kota, New Delhi, untuk menentang UU tersebut. Protes petani ini menjadi aksi yang paling lama dilakukan terhadap pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi.

Baca juga: China Peringatkan AS akan Campakkan India, Australia, dan Jepang

"Ribuan petani telah menyebar ke berbagai distrik untuk memastikan pemogokan nasional yang bertujuan mengingatkan pemerintah untuk mencabut UU yang diperkenalkan untuk mendukung perusahaan swasta besar," kata Rakesh Tikait, seorang pemimpin petani terkemuka, kepada Reuters, Senin (27/9/2021).

Di Noida, sebuah kota satelit New Delhi, para petani menghadapi polisi dan mendorong melewati mereka untuk menerobos barikade. Belum ada laporan tentang cedera atau penangkapan.

Di Gurgaon, kota satelit lain di dekat bandara utama ibu kota, petani memadati jalan dan memblokir lalu lintas. Selain itu, pengunjuk rasa menyerbu ke stasiun kereta api di pinggiran utara New Delhi, kata seorang saksi mata.

Hampir selusin partai oposisi telah mendukung protes petani untuk meningkatkan tekanan pada pemerintahan Modi untuk mencabut undang-undang tersebut. Beleid yang diperkenalkan pada bulan September tahun lalu itu menderegulasi sektor pertanian dan memungkinkan petani untuk menjual produk kepada pembeli di luar pasar grosir yang diatur pemerintah, dan petani dijamin mendapatkan harga minimum.

Baca juga: Kader PSI Viani Limardi Dipecat, Diduga Gelembungkan Dana Reses

Petani kecil mengatakan perubahan itu membuat mereka rentan terhadap persaingan dari bisnis besar, dan mereka pada akhirnya bisa kehilangan dukungan harga untuk bahan pokok seperti gandum dan beras. Sedangkan, pemerintah justru menyatakan reformasi berarti peluang baru dan harga yang lebih baik bagi petani.

Sektor pertanian di India menopang hampir setengah dari 1,3 miliar penduduk di negaranya Shah Rukh Khan itu, dan menyumbang sekitar 15% dari ekonomi India senilai USD2,7 triliun.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Tiga Kapal Tanker Tujuan...
Tiga Kapal Tanker Tujuan China dan India Diam-diam Tinggalkan Selat Hormuz, Begini Caranya
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Sempat Ditutup Imbas...
Sempat Ditutup Imbas Ada Unjuk Rasa, Jalan Medan Merdeka Selatan Dibuka Kembali
Massa Mahasiswa Gelar...
Massa Mahasiswa Gelar Demo di Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto Ditutup
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Salah Umumkan Ayah Messi...
Salah Umumkan Ayah Messi Meninggal, Presenter Argentina Mundur
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved