Pengguna Internet Terus Meningkat Jadi Peluang Besar Bagi Pengusaha Kuliner

Selasa, 28 September 2021 - 05:28 WIB
loading...
Pengguna Internet Terus Meningkat Jadi Peluang Besar Bagi Pengusaha Kuliner
Meningkatnya pengguna internet di Indonesia selama pandemi Covid-19 membuka peluang yang besar bagi pengusaha kuliner di berbagai daerah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Meningkatnya pengguna internet di Indonesia selama pandemi Covid-19 membuka peluang yang besar bagi pengusaha kuliner di berbagai daerah. Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman mengatakan, pada akhir 2020 lalu, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna internet terbesar ke empat di dunia, jumlahnya mencapai 160 juta orang.

Ia kemudian mengutip data survei yang dilakukan perusahaan peneliti pasar atau market research global, Ipsos, yang menyatakan, dua layanan daring yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet pemula di Indonesia adalah jasa transportasi sebesar 40% dan layanan pesan antar makanan sebesar 32%.

"Literasi digital masyarakat di bidang kuliner sudah baik dan ini jadi peluang yang besar bagi pengusaha makanan," kata Adhi dalam webinar Katadata Literasi Digital Talk's, kemarin.

Baca Juga: Ingin Bersaing? Literasi Digital UMKM Harus Ditingkatkan

Menurut Adhi, kuliner online yang trennya meningkat selama pandemi adalah jenis makanan beku, atau frozen food. Ini juga dipicu kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat lebih banyak beraktifitas di rumah ketika pandemi.

Selain itu masyarakat juga menggemari kuliner dengan manfaat kesehatan yang tinggi, diantaranya makanan organik atau makanan yang berbasiskan herbal.

Hal tersebut diamini salah satu pengusaha kuliner online, Diah Ayu Satiarini. Diah adalah pemilik usaha kuliner Pawon Kanjeng Mommy yang sudah menjajal pasar online sejak 5 tahun lalu.

Menurut Diah, omzet penjualan produknya di marketplace atau lokapasar meningkat selama pandemi. Menurut dia, pandemi membuat orang tidak bisa sering keluar rumah, sehingga aktivitas memasak berkurang, hingga akhirnya makanan beku menjadi pilihan.

"Dalam sebulan omzet kami bisa mencapai ratusan juta rupiah," ujar Diah.

Menurut dia, banyak keuntungan yang bisa didapat dengan berjualan secara online. Di antaranya lebih mudah karena tidak memerlukan toko yang besar sehingga bisa memotong biaya produksi.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1486 seconds (10.55#12.26)