Kontribusi Penerimaan Negara dari Sektor ESDM Tembus Rp141 Triliun
Selasa, 28 September 2021 - 14:18 WIB
loading...
Hingga Juli tahun ini, kontribusi sektor ESDM dalam penerimaan negara mencapai Rp141 triliun. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews/Nanang Wijayanto
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kontribusi dan kinerja sektor ESDM pun terus tumbuh positif, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali. Kinerja sektor ESDM semakin bangkit dan menunjukkan peningkatan dengan kebijakan dan capaian yang strategis.
Hingga Juli 2021, kontribusi sektor ESDM terhadap penerimaan negara menunjukkan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.
"Hingga Juli tahun ini, kontribusi sektor ESDM dalam penerimaan negara mencapai Rp141 triliun atau lebih tinggi 103% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan investasi ESDM telah mencapai lebih dari USD12 miliar," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif pada Upacara Peringatan Hari Jadi Pertambangan ke-76 yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (28/9/2021).
Baca Juga: Tok! DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementerian ESDM Rp850 Miliar
Arifin mengatakan, di subsektor migas, selain mengubah skema kontrak bagi hasil menjadi lebih fleksibel, pemerintah juga memberikan berbagai macam insentif untuk menarik investasi. Selain itu, Program BBM Satu Harga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat juga terus dilaksanakan dan menargetkan lebih dari 580 titik hingga tahun 2024.
Hingga Juli 2021, kontribusi sektor ESDM terhadap penerimaan negara menunjukkan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.
"Hingga Juli tahun ini, kontribusi sektor ESDM dalam penerimaan negara mencapai Rp141 triliun atau lebih tinggi 103% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan investasi ESDM telah mencapai lebih dari USD12 miliar," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif pada Upacara Peringatan Hari Jadi Pertambangan ke-76 yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (28/9/2021).
Baca Juga: Tok! DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementerian ESDM Rp850 Miliar
Arifin mengatakan, di subsektor migas, selain mengubah skema kontrak bagi hasil menjadi lebih fleksibel, pemerintah juga memberikan berbagai macam insentif untuk menarik investasi. Selain itu, Program BBM Satu Harga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat juga terus dilaksanakan dan menargetkan lebih dari 580 titik hingga tahun 2024.
Lihat Juga :