Diperangi China Habis-habisan, Aset Kripto Ini Jadikan Momentum Cari Cuan
Selasa, 28 September 2021 - 22:25 WIB
loading...
Pelarangan bitcoin oleh China membawa dampak tersendiri buat aset kripto yang lain. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Keputusan Pemerintah China yang melarang penggunaan kripto di negaranya membuat Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan mayoritas pasar kripto kembali rontok. Kondisi itu menjadi FUD (fear, uncertainty and doubt) kedua dari Negeri Tirai Bambu dalam waktu yang hampir bersamaan.
Baca juga: China: AS Menciptakan Diplomasi Sandera
FUD pertama muncul ketika perusahaan real estate raksasa China, The Evergrande Group, mengalami krisis finansial. Evergrande kesulitan untuk mencicil utangnya yang mencapai USD305 miliar.
Meski kebijakan larangan tersebut membuat mayoritas aset kripto dibuang, namun token di sektor Defi justru tidak terpengaruh dengan kebijakan China, seperti Uniswap, Pancakeswap, dan ShusiSwap. Berdasarkan pantuan di coinmarketcap, Minggu (27/9/2021), coin UNI sempat melejit 23% lebih.
Fakta itu menunjukkan bahwa aset kripto yang memiliki underlying decentralized tidak begitu terpengaruh dengan kebijakan larangan sebuah negara atas penggunaan cryptocurrency.
Baca juga: China: AS Menciptakan Diplomasi Sandera
FUD pertama muncul ketika perusahaan real estate raksasa China, The Evergrande Group, mengalami krisis finansial. Evergrande kesulitan untuk mencicil utangnya yang mencapai USD305 miliar.
Meski kebijakan larangan tersebut membuat mayoritas aset kripto dibuang, namun token di sektor Defi justru tidak terpengaruh dengan kebijakan China, seperti Uniswap, Pancakeswap, dan ShusiSwap. Berdasarkan pantuan di coinmarketcap, Minggu (27/9/2021), coin UNI sempat melejit 23% lebih.
Fakta itu menunjukkan bahwa aset kripto yang memiliki underlying decentralized tidak begitu terpengaruh dengan kebijakan larangan sebuah negara atas penggunaan cryptocurrency.
Lihat Juga :