Diperangi China Habis-habisan, Aset Kripto Ini Jadikan Momentum Cari Cuan
Selasa, 28 September 2021 - 22:25 WIB
loading...
A
A
A
"Seperti diketahui, transaksi aset digital dengan underlying decentralized exchange, tidak melibatkan pihak ketiga. Artinya, langsung dilakukan pada wallet user ke wallet user lainnya, berbasiskan teknologi blockchain," ujar Chief Strategy Officer Litedex.io, Harris Sutresna, Selasa (28/9/2021).
Menurut Harris, skema transaksi inilah yang membuat aset kripto di sektor Defi yang berbasis Decentralized Exchange, seperti UNI justru melejit, meski market sedang dalam tekanan dahsyat dari beberapa negara yang sedang memerangi cryptocurrency.
Baca juga: Soal Nama Calon Panglima TNI, Fadjroel Rachman: Ada di Tangan Presiden Jokowi
“Sebaliknya, produk kripto dari sektor non-Defi sangat terdampak oleh FUD Tiongkok tersebut,” pungkasnya.
Situasi itu menjadi momentum untuk menghadirkan aset-aset kripto baru di sektor Defi, seperti LDX Token dari Litedex.co. LDX Token sendiri sudah terverifikasi di Binance Smart Chain (BSC) dan akan segera listing di platform sendiri, litedex.io, dan beberapa platform global lainnya.
Menurut Harris, skema transaksi inilah yang membuat aset kripto di sektor Defi yang berbasis Decentralized Exchange, seperti UNI justru melejit, meski market sedang dalam tekanan dahsyat dari beberapa negara yang sedang memerangi cryptocurrency.
Baca juga: Soal Nama Calon Panglima TNI, Fadjroel Rachman: Ada di Tangan Presiden Jokowi
“Sebaliknya, produk kripto dari sektor non-Defi sangat terdampak oleh FUD Tiongkok tersebut,” pungkasnya.
Situasi itu menjadi momentum untuk menghadirkan aset-aset kripto baru di sektor Defi, seperti LDX Token dari Litedex.co. LDX Token sendiri sudah terverifikasi di Binance Smart Chain (BSC) dan akan segera listing di platform sendiri, litedex.io, dan beberapa platform global lainnya.
(uka)
Lihat Juga :