'Paman Sam' Punya Utang Rp400.000 Triliun, Bisa Bayar Nggak ya?

Kamis, 30 September 2021 - 11:57 WIB
loading...
A A A
“Artinya, seberapa besar penambahan utang baru AS yang disetujui oleh Kongres, itu yang jadi perdebatan. Sementara skenario AS gagal bayar utang, tentu akan berdampak luas terhadap ekonomi global. Setelah krisis pandemi bisa muncul krisis utang lagi, dan lebih dahsyat dari 2008 karena tahun 2008 pemicunya adalah utang swasta, sedangkan saat ini pemicunya utang pemerintah,” jelasnya.

Di sisi lain, Bhima mengaku dampak dari gagalnya bayar utang jika tidak diantisipasi akan memicu kaburnya dana asing dari negara berkembang. “Karena investor mencari aset yang aman. Problemnya, surat utang AS dan dolar AS itu kan selama ini safe haven asset, kalau runtuh trust-nya maka investor bisa lompat ke emas. Jadi modal keluar dari bursa saham, beralih ke instrumen emas batangan. Itu bisa saja terjadi,” bebernya.

Baca juga: AS Terancam Gagal Bayar Utang Rp400 Ribu Triliun, Sri Mulyani Ikut Waswas

Dia menambahkan, pelemahan ekonomi di Negeri Paman Sam ini akan berdampak pada Indonesia, terutama pada sektor ekspor dan keuangan. “Untuk dampaknya, jelas nilai tukar rupiah otomatis tidak bisa dihindari, cadangan devisa akan tersedot untuk stabilisasi rupiah. Kinerja ekspor juga akan terpukul karena krisis utang membuat pemulihan ekonomi di negara mitra dagang Indonesia kembali terganggu,” tandasnya.

Meskipun demikian, menurut Bhima risiko-risiko tersebut kemungkinan terjadinya kecil karena pemerintah AS tetap mengupayakan konsolidasi secara politik sehingga government shutdown ini harapannya tidak terjadi ataupun kalau terjadi tidak berlangsung terlalu lama.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Rekomendasi
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
Timnas Iran Mendarat...
Timnas Iran Mendarat di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Optimistis Lolos Fase Grup
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved