Gandeng Hongkong Excellen, SILO Bangun Smelter Bahan Baku Baterai Mobil Listrik di Kotabaru
Kamis, 30 September 2021 - 18:43 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Ketum Kadin Optimistis RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Terbesar Dunia)
Investasi yang ditanamkan dalam proyek tersebut mencapai USD65 juta. “Kami menargetkan akan berproduksi pada Mei 2022 mendatang. Pada tahap pertama smelter yang ramah lingkungan ini nantinya akan memproduksi sekitar 80.000 ton ferronickel per tahun dan akan secara langsung menyerap 350 orang lebih karyawan dari penduduk lokal,” kata Huang Shanfu.
Selanjutnya, proyek tahap kedua adalah smelter leaching yang memproduksi bahan baku baterai mobil listrik dengan nilai total investasi sebesar USD220 juta, di mana direncanakan pembangunan dimulai pada awal 2022, dan commissioning produksi pada Juli 2023.
(Baca juga:Mobil Nasional Vietnam Gandeng Perusahaan China Buat Baterai Mobil Listrik)
Presiden Direktur PT SILO Effendy Tios menambahkan bahwa industri memberdayakan cadangan mineral dari Pulau Sebuku yang memiliki potensi sangat besar. “Selama kita menjalankan dengan baik, apalagi dengan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan seperti smelter ini, maka cadangan mineral ini tidak akan habis sampai 50 tahun ke depan,” ujar Effendy Tios.
Diharapkan, pembangunan smelter ini segera menggerakkan industri dan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat. “Semua industri terkait akan berjalan, pajak dan pendapatan negara akan meningkat, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan ekonomi masyarakat akan lebih baik,” tambahnya.
Investasi yang ditanamkan dalam proyek tersebut mencapai USD65 juta. “Kami menargetkan akan berproduksi pada Mei 2022 mendatang. Pada tahap pertama smelter yang ramah lingkungan ini nantinya akan memproduksi sekitar 80.000 ton ferronickel per tahun dan akan secara langsung menyerap 350 orang lebih karyawan dari penduduk lokal,” kata Huang Shanfu.
Selanjutnya, proyek tahap kedua adalah smelter leaching yang memproduksi bahan baku baterai mobil listrik dengan nilai total investasi sebesar USD220 juta, di mana direncanakan pembangunan dimulai pada awal 2022, dan commissioning produksi pada Juli 2023.
(Baca juga:Mobil Nasional Vietnam Gandeng Perusahaan China Buat Baterai Mobil Listrik)
Presiden Direktur PT SILO Effendy Tios menambahkan bahwa industri memberdayakan cadangan mineral dari Pulau Sebuku yang memiliki potensi sangat besar. “Selama kita menjalankan dengan baik, apalagi dengan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan seperti smelter ini, maka cadangan mineral ini tidak akan habis sampai 50 tahun ke depan,” ujar Effendy Tios.
Diharapkan, pembangunan smelter ini segera menggerakkan industri dan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat. “Semua industri terkait akan berjalan, pajak dan pendapatan negara akan meningkat, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan ekonomi masyarakat akan lebih baik,” tambahnya.
Lihat Juga :