RUU Kenaikan Batas Utang Tak Diketok, Amerika Terancam Shutdown
Kamis, 30 September 2021 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka ingin mencetak dan meminjam triliunan dolar, lalu membakarnya," sindir Mitch.
Namun pemerintahan Presiden Joe Biden dan Partai Demokrat masih berusaha untuk mencegah situasi itu. Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer menyebut bahwa pihaknya masih akan mengusulkan RUU baru kepada DPR.
"Kami dapat menyetujui tindakan ini dengan cepat dan mengirimkannya ke DPR, sehingga kami dapat mencapai meja presiden sebelum pendanaan berakhir pada tengah malam besok," ujarnya. "Dengan begitu banyak masalah kritis untuk mengatasi hal terakhir yang dibutuhkan rakyat Amerika saat ini adalah penutupan pemerintah."
Sementara itu, pihak eksekutif mulai menyuarakan konsekuensi besar dari gagalnya RUU ini. Hal itu disampaikan langsung Menteri Keuangan AS Janet Yellen kepada Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, dalam sebuah surat.
Yellen juga akan mengungkap sederet bencana keuangan yang dapat mengancam negara itu bila RUU kenaikan plafon utang tidak segera disahkan.
Namun pemerintahan Presiden Joe Biden dan Partai Demokrat masih berusaha untuk mencegah situasi itu. Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer menyebut bahwa pihaknya masih akan mengusulkan RUU baru kepada DPR.
"Kami dapat menyetujui tindakan ini dengan cepat dan mengirimkannya ke DPR, sehingga kami dapat mencapai meja presiden sebelum pendanaan berakhir pada tengah malam besok," ujarnya. "Dengan begitu banyak masalah kritis untuk mengatasi hal terakhir yang dibutuhkan rakyat Amerika saat ini adalah penutupan pemerintah."
Sementara itu, pihak eksekutif mulai menyuarakan konsekuensi besar dari gagalnya RUU ini. Hal itu disampaikan langsung Menteri Keuangan AS Janet Yellen kepada Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, dalam sebuah surat.
Yellen juga akan mengungkap sederet bencana keuangan yang dapat mengancam negara itu bila RUU kenaikan plafon utang tidak segera disahkan.
Lihat Juga :