Indonesia Butuh Banyak Uang untuk Tekan Polusi Udara

Kamis, 30 September 2021 - 22:38 WIB
loading...
Indonesia Butuh Banyak...
Polusi udara menjadi salah satu masalah yang dihadapi Indonesia. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Polusi udara menjadi salah satu permasalahan serius bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, beberapa kota di Indonesia memiliki tingkat tingkat Particulate Matter (PM) 2,5 rata-rata tahunan yang melebihi ambang batas pedoman WHO .

PM 2,5 sendiri adalah partikel ultra halus yang mengambang di udara dan sangat berbahaya bagi kesehatan pernapasan manusia.

Baca juga: Daniel Craig Kantongi Bayaran Rp1,2 Triliun dari Film-film James Bond

Ken Lee, Direktur Air Quality Life Index (AQLI), sebuah lembaga nirlaba dari University of Chicago, mengungkapkan ada banyak jenis kebijakan yang dapat diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi permasalahan kualitas udara. Di antaranya, menangani pembangkit listrik tenaga batu bara.

“Jadi mengatasi pembangkit listrik tersebut merupakan prioritas karena bahan bakar fosil adalah kontributor utama polusi partikulat serta perubahan iklim. Jadi untuk benar-benar memperbaiki masalah ini, pemerintah benar-benar harus melakukan aksi,” kata Ken dalam dalam video yang diunggah akun instagram Bicara Udara, diakses Kamis (30/9/2021).

Diakui Ken, bahwa memberikan udara bersih ke Indonesia akan menghabiskan banyak uang. Misalnya, apakah itu berinvestasi di transportasi umum, menghilangkan kendaraan tua yang sangat berpolusi dari jalanan, mengurangi emisi pembangkit listrik yang ada, atau berinvestasi dalam energi terbarukan.

“Semua jenis kegiatan pengurangan ini akan membutuhkan banyak uang. Jadi, harapan saya untuk Indonesia adalah ketika momentum terbangun untuk mengambil tindakan kebijakan nyata, biaya dari semua kegiatan pengurangan polusi ini akan menghasilkan manfaat luar biasa yang dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia dari upaya pengurangan polusi secara permanen,” jelas Ken.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah mengungkap bahwa upaya pemerintah mengurangi emisi karbon untuk mengatasi perubahan iklim hingga 2030 membutuhkan anggaran hingga Rp3.779 triliun. Sementara kebutuhan investasi untuk menurunkan emisi karbon mencapai USD365 miliar.

Pemerintah sendiri sudah menyiapkan langkah pencarian dana untuk memperbaiki emisi karbon. Salah satunya dengan mengenakan pajak karbon sebesar Rp75 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Ketentuan ini ada dalam RUU tentang Perubahan Kelima Atas Undang-Undang No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Ken melanjutkan, untuk menurunkan polusi udara, Indonesia juga bisa mencontoh standar nasional dari negara-negara lain yang sudah menerapkan sebelumnya. Untuk PM 2,5 pedoman WHO untuk konsentrasi rata-rata tahunan adalah 10 mikrogram per meter kubik.

"Tidak semua negara mengikuti pedoman WHO. Standar nasional China adalah 35, standar nasional India adalah 40, standar nasional AS adalah 12 dan seterusnya,” ujar Ken.

Baca juga: Menlu Israel Kecam Aksi Teror Pemukim Yahudi Terhadap Warga Palestina

Ken menuturkan, sangat penting bagi suatu negara untuk memiliki konsentrasi rata-rata tahunan yang jelas. Pasalnya, penerunan tahunan itu merupakan bentuk komitmen pemerintah dan pelaku industri terkait.

“Langkah berikutnya yang dapat segera dilakukan Indonesia adalah meningkatkan monitoring kualitas udara secara nasional,” tandas Ken.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Rekomendasi
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
Tetangga Indonesia Tembakkan...
Tetangga Indonesia Tembakkan Rudal Tomahawk untuk Pertama Kalinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved