Karyawan Jeff Bezos Ramai-ramai Resign, Gara-gara Diminta WFO?
Senin, 04 Oktober 2021 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
Menurut sejumlah sumber, eksodus tersebut menyebabkan penundaan untuk berbagai program Blue Origin, karena untuk mendapatkan karyawan baru butuh waktu dari enam bulan hingga satu tahun.
Eksodus sumber daya manusia (SDM) di Blue Origin terjadi pada seluruh tingkatan dalam hierarki perusahaan, dari atas hingga bawah. Diantaranya: SVP New Shepard Steve Bennett; Kepala Jaminan Misi Jeff Ashby; Direktur Senior Perekrutan Crystal Freund; Direktur Penjualan Keamanan Nasional Scott Jacobs; Direktur senior New Glenn Jim Centore, Bob Ess, dan Tod Byquist; Manajer keuangan Senior New Glenn Bill Scammell.
Banyak karyawan yang secara anonim mengatakan bahwa hengkangnya para pekerja itu merupakan buah kepemimpinan sang CEO, Bob Smith. Ketidaksukaan internal yang meluas terhadap kepemimpinan Smith telah terjadi. Ini tercermin dalam situs kerja Glassdoor, yang menunjukkan bahwa hanya 19% karyawan yang menyetujui kepemimpinan Smith.
Angka itu jauh di bawah persetujuan para karyawan perusahaan luar angkasa lainnya atas para eksekutifnya. Glassdoor menyebutkan 91% karyawan SpaceX menyetujui CEO Elon Musk dan 77% dari United Launch Alliance menyetujui CEO Tory Bruno.
Belum lama ini, sebanyak 21 karyawan dan mantan karyawan Blue Origin melalui sebuah esai menyebutkan bahwa tempat kerjanya saat ini bersifat "toxic". Esai itu menuduh bahwa perusahaan menutup mata terhadap seksisme di tempat kerja, mengabaikan masalah keamanan, juga anti kritik.
Eksodus sumber daya manusia (SDM) di Blue Origin terjadi pada seluruh tingkatan dalam hierarki perusahaan, dari atas hingga bawah. Diantaranya: SVP New Shepard Steve Bennett; Kepala Jaminan Misi Jeff Ashby; Direktur Senior Perekrutan Crystal Freund; Direktur Penjualan Keamanan Nasional Scott Jacobs; Direktur senior New Glenn Jim Centore, Bob Ess, dan Tod Byquist; Manajer keuangan Senior New Glenn Bill Scammell.
Banyak karyawan yang secara anonim mengatakan bahwa hengkangnya para pekerja itu merupakan buah kepemimpinan sang CEO, Bob Smith. Ketidaksukaan internal yang meluas terhadap kepemimpinan Smith telah terjadi. Ini tercermin dalam situs kerja Glassdoor, yang menunjukkan bahwa hanya 19% karyawan yang menyetujui kepemimpinan Smith.
Angka itu jauh di bawah persetujuan para karyawan perusahaan luar angkasa lainnya atas para eksekutifnya. Glassdoor menyebutkan 91% karyawan SpaceX menyetujui CEO Elon Musk dan 77% dari United Launch Alliance menyetujui CEO Tory Bruno.
Belum lama ini, sebanyak 21 karyawan dan mantan karyawan Blue Origin melalui sebuah esai menyebutkan bahwa tempat kerjanya saat ini bersifat "toxic". Esai itu menuduh bahwa perusahaan menutup mata terhadap seksisme di tempat kerja, mengabaikan masalah keamanan, juga anti kritik.
Lihat Juga :