Capai Kinerja 96,87%, Ditjen Migas Mengaku Dapat Tugas Kian Berat
Senin, 04 Oktober 2021 - 21:51 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk mendukung pemulihan ekonomi, sepanjang tahun 2020 dan 2021, Ditjen Migas telah mengalokasikan anggaran untuk belanja penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam bentuk jaringan gas untuk rumah tangga, serta pembangunan kilang minyak baru (GRR) dan pengembangan kilang minyak (RDMP)," jelasnya.
Sementara untuk tahun 2022, tema rencana kerja pemerintah adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Agenda pemulihan ekonomi masih menjadi bagian penting dalam rangka mencapai sasaran kerangka ekonomi makro tahun 2022. Bantuan terhadap dunia usaha dan rumah tangga tetap perlu diberikan untuk mengakselerasi proses pemulihan ekonomi.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh di Subang, Bukti Baru Dicocokan dengan Hasil Autopsi Ulang
Untuk mendukung tujuan besar tersebut, Ditjen Migas mendapatkan tugas yang semakin berat, antara lain pembangunan jargas untuk rumah tangga, konversi BBM ke BBG untuk petani dan nelayan, serta pembangunan ruas transmisi Cirebon-Semarang yang akan dilaksanakan secara multiyears.
"Di samping itu, terdapat berbagai kegiatan prioritas lainnya yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain penyediaan LPG 3 kg tepat sasaran, penawaran wilayah kerja migas, pembangunan kilang, serta penyelesaian RUU Migas," papar Tutuka.
Sementara untuk tahun 2022, tema rencana kerja pemerintah adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Agenda pemulihan ekonomi masih menjadi bagian penting dalam rangka mencapai sasaran kerangka ekonomi makro tahun 2022. Bantuan terhadap dunia usaha dan rumah tangga tetap perlu diberikan untuk mengakselerasi proses pemulihan ekonomi.
Baca juga: Ibu dan Anak Gadisnya Dibunuh di Subang, Bukti Baru Dicocokan dengan Hasil Autopsi Ulang
Untuk mendukung tujuan besar tersebut, Ditjen Migas mendapatkan tugas yang semakin berat, antara lain pembangunan jargas untuk rumah tangga, konversi BBM ke BBG untuk petani dan nelayan, serta pembangunan ruas transmisi Cirebon-Semarang yang akan dilaksanakan secara multiyears.
"Di samping itu, terdapat berbagai kegiatan prioritas lainnya yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain penyediaan LPG 3 kg tepat sasaran, penawaran wilayah kerja migas, pembangunan kilang, serta penyelesaian RUU Migas," papar Tutuka.
(uka)
Lihat Juga :