BBSS Gandeng Waskita Realty Garap Kawasan Pergudangan Modern
Selasa, 05 Oktober 2021 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Prospek bisnis pergudangan akan semakin menggeliat di masa mendatang karena perekonomi Indonesia memang ditopang oleh sektor konsumsi. Sementara itu, konsumsi tersebut terkait dengan bisnis ritel dan perdagangan yang saat ini membutuhkan distribusi barang dan jasa yang semakin efektif dan efisien,” jelasnya.
Dengan pertumbuhan e-commerce ini, maka permintaan akan fasilitas logistik akan mengarah pada pergudangan modern. Itu sebabnya, lanjut Felix Soesanto, banyak pengembang pergudangan mulai melakukan ekspansi dan bahkan ada beberapa pemain asing yang akan mengembangkan pergudangan di Indonesia guna memenuhi permintaan tersebut.
Baca Juga : Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI
BBSS mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia pada 15 April 2020 dengan kode perdagangan saham BBSS sehingga membuat perusahaan kawasan pergudangan modern asal Surabaya itu menjadi perusahaan tercatat ke-25 di bursa saham pada tahun lalu.
Di tengah pulihnya geliat ekonomi, saham BBBS naik 1,41% pada perdagangan kemarin (4/10) ke Rp72 dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp345,6 miliar. Saham perseroan sudah menguat 20% dalam sepekan terakhir dan sudah meroket 44% sejak sebulan yang lalu.
Dengan pertumbuhan e-commerce ini, maka permintaan akan fasilitas logistik akan mengarah pada pergudangan modern. Itu sebabnya, lanjut Felix Soesanto, banyak pengembang pergudangan mulai melakukan ekspansi dan bahkan ada beberapa pemain asing yang akan mengembangkan pergudangan di Indonesia guna memenuhi permintaan tersebut.
Baca Juga : Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI
BBSS mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia pada 15 April 2020 dengan kode perdagangan saham BBSS sehingga membuat perusahaan kawasan pergudangan modern asal Surabaya itu menjadi perusahaan tercatat ke-25 di bursa saham pada tahun lalu.
Di tengah pulihnya geliat ekonomi, saham BBBS naik 1,41% pada perdagangan kemarin (4/10) ke Rp72 dan membentuk kapitalisasi pasarnya Rp345,6 miliar. Saham perseroan sudah menguat 20% dalam sepekan terakhir dan sudah meroket 44% sejak sebulan yang lalu.
(dar)
Lihat Juga :