Jadi Market Leader, Ekspor Batik RI Capai Rp7,5 Triliun di 2020

Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:27 WIB
loading...
Jadi Market Leader,...
Batik Indonesia menguasai pasar dunia dengan nilai ekspor mencapai Rp7,5 triliun di 2020. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) mencatat nilai ekspor batik pada 2020 mencapai USD532,7 juta atau setara Rp7,5 triliun. Dengan capaian itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa Indonesia menjadi pemimpin pasar batik dunia.

"Tapi masih banyak hal atau pekerjaan rumah yang mesti kita lakukan, yang bisa saya sampaikan yang mungkin menjadi agenda kita ke depan yaitu program promosi," katanya dalam Puncak Peringatan Hari Batik Nasional (PHBN) 2021 Kemenperin secara virtual, Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Jadikan Hari Batik Nasional 2021 sebagai Momentum Mencintai Produk Fashion Nasional

Menperin mengatakan, capaian tersebut harus terus didukung promosi oleh semua pemangku kepentingan. Kehadiran pemerintah, imbuh dia, juga masih perlu ditingkatkan dengan bekerja sama dengan Dekranas, Yayasan Batik Indonesia, Kadin dengan para pelaku usaha.

"Kita perlu secara intensif atau mungkin masif untuk melakukan promosi batik di kota-kota besar yang ada di dunia misalnya di New York, Los Angeles, Tokyo, Paris, London, dan kota-kota besar lainnya," ujar Agus.

Beberapa negara seperti China dan Malaysia secara serius menjadikan batik sebagai komoditas ekspor. Negara-negara tersebut terus mengembangkan batik cetak dengan teknologi yang paling canggih. Negara-negara itu juga meniru desain dan corak batik Indonesia dengan tujuan merebut pasar-pasar yang selama ini diisi oleh batik Indonesia.

"Dengan semakin populernya batik di dunia, persaingan global termasuk gempuran produk impor jadi tantangan, namun ini harus bisa kita hadapi bersama," katanya.

Baca Juga: Negara yang Tidak Pernah Dijajah, Dua Ada di Asia

Berdasarkan catatan Kemenperin, jumlah pengusaha produksi kerajinan Indonesia lebih dari 700 ribu unit usaha dan menyerap tenaga kerja lebih dari 1,5 juta orang. Dengan potensi besar tersebut, industri batik masuk sebagai salah satu subsektor prioritas dalam implementasi peta jalan integrasi Making Indonesia 4.0.

Industri batik terus dikembangkan karena dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Produk batik juga menjadi salah satu penyebab tumbuhnya sektor tekstil dan pakaian jadi di Indonesia. Industri kerajinan dan batik juga merupakan salah satu sektor yang banyak membuka lapangan kerja dan merupakan sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM).
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Memahami Ide Kebijakan...
Memahami Ide Kebijakan Ekspor Satu Pintu Presiden Prabowo
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved