Kerugian Industri MICE Hampir Rp7 T, Kemenparekraf Usul Beralih ke Online
Selasa, 02 Juni 2020 - 23:13 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data ICCA, pada 2018, posisi Indonesia di kancah global berdasarkan jumlah meeting berada di peringkat 36 dengan jumlah meeting 122, setahun kemudian peringkat turun ke posisi 41 dengan jumlah meeting 95. Ranking pada tahun lalu sama dengan peringkat ke-10 di dalam cakupan Asia Pasific.
Saat ini, setidaknya ada tujuh daerah tujuan utama wisatawan mancanegara dengan tujuan perjalanan bisnis, yaitu Bali, Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Jumlah kunjungan by air market terbanyak menuju DKI Jakarta (57,8%), sisanya tersebar di enam daerah lain.
Adapun, Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri menjelaskan bahwa pada 2017, industri event di Indonesia berdampak kepada USD7,8 miliar total GDP dan menciptakan sekitar 278.000 lapangan pekerjaan. Sayangnya, pandemi Covid-19 berdampak terhadap 90% pembatalan atau penundaan acara sampai akhir 2020.
“Jika dari survei panel ahli UNTWO, perjalanan domestik akan lebih banyak pulih dari awal Juli sedangkan perjalanan internasional mulai kuartal akhir tahun ini hingga awal 2021,” kata Mulya.
Besarnya dampak bisnis MICE terhadap akselerasi perkembangan infrastruktur, misalnya tampak dari renovasi Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pada 2018, Bandara Ngurah Rai menjadi infrastruktur pendukung utama Konferensi IMF yang yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian mencapai Rp5,5 triliun. Pertemuan ini juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia sebesar 0,01%.
"Pemerintah mengharapkan seluruh pemangku kepentingan bahu-membahu menghadapi masa sulit ini, sehingga saat pandemi berakhir, sektor parekraf salah satunya bisnis MICE mampu bangkit lebih baik," pungkas Iyung.
Saat ini, setidaknya ada tujuh daerah tujuan utama wisatawan mancanegara dengan tujuan perjalanan bisnis, yaitu Bali, Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Jumlah kunjungan by air market terbanyak menuju DKI Jakarta (57,8%), sisanya tersebar di enam daerah lain.
Adapun, Direktur Riset Katadata Insight Center Mulya Amri menjelaskan bahwa pada 2017, industri event di Indonesia berdampak kepada USD7,8 miliar total GDP dan menciptakan sekitar 278.000 lapangan pekerjaan. Sayangnya, pandemi Covid-19 berdampak terhadap 90% pembatalan atau penundaan acara sampai akhir 2020.
“Jika dari survei panel ahli UNTWO, perjalanan domestik akan lebih banyak pulih dari awal Juli sedangkan perjalanan internasional mulai kuartal akhir tahun ini hingga awal 2021,” kata Mulya.
Besarnya dampak bisnis MICE terhadap akselerasi perkembangan infrastruktur, misalnya tampak dari renovasi Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pada 2018, Bandara Ngurah Rai menjadi infrastruktur pendukung utama Konferensi IMF yang yang memberikan dampak langsung terhadap perekonomian mencapai Rp5,5 triliun. Pertemuan ini juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia sebesar 0,01%.
"Pemerintah mengharapkan seluruh pemangku kepentingan bahu-membahu menghadapi masa sulit ini, sehingga saat pandemi berakhir, sektor parekraf salah satunya bisnis MICE mampu bangkit lebih baik," pungkas Iyung.
(ind)
Lihat Juga :