Pelaku UMKM Ditantang Unjuk Kemampuan Promosi di Era Digital
Senin, 11 Oktober 2021 - 21:52 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki selaku pembicara utama mewakili Presiden Joko Widodo mengungkapkan, peran perempuan dalam UMKM di Indonesia sangat besar. Dari sekitar 65 juta unit UMKM yang ada di Indonesia, jika dilihat berdasarkan usahanya, 34% usaha menengah dijalankan perempuan. Kemudian 50,6% usaha kecil dan 52,9% usaha mikro juga dijalankan oleh perempuan.
Selain itu, Ia menyebutkan pentingnya transformasi digital untuk membangkitkan UMKM. Mengutip riset dari Temasek dan Google, Menkop UKM Teten menyebutkan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. “Ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun,” Teten menambahkan.
Webinar SAPA Untuk Indonesia menghadirkan regulator, pelaku usaha, dan juga pelaku UMKM untuk membahas tantangan dan kesempatan untuk memajukan UMKM dan peranan perempuan di Indonesia.
Potensi dari pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan, dinilai dapat berperan besar dan dapat membawa multiplier effect kepada perekonomian. Digitalisasi menjadi salah satu solusi pemberdayaan untuk membangkitkan daya saing dan menyiasati kondisi pandemi, namun juga dibutuhkan kerja sama antar pihak untuk dapat merealisasikan potensi tersebut.
Turut hadir dalam diskusi SAPA Untuk Indonesia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Susi Pudjiastuti, Ketua Umum IWAPI Nita Yudi, Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, Perwakilan dari Tokopedia dan Bukalapak, para pemilik UMKM binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center dan Sampoerna Retail Community, serta pembicara menarik lainnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Susi Pudjiastuti menilai, memajukan peran perempuan di perekonomian memerlukan peran aktif para perempuan untuk saling menyemangati.
Menurutnya, ada banyak tanggung jawab yang bergantung di pundak perempuan dari urusan keluarga, rumah tangga, hingga bisnis. "Kita yang sudah berdaya atau sudah punya kemampuan harus jangan malas memprovokasi perempuan lainnya untuk ikut berdaya," tuturnya.
Selain itu, Ia menyebutkan pentingnya transformasi digital untuk membangkitkan UMKM. Mengutip riset dari Temasek dan Google, Menkop UKM Teten menyebutkan besarnya potensi ekonomi digital Indonesia. “Ekonomi digital Indonesia di 2025 diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.826 triliun,” Teten menambahkan.
Webinar SAPA Untuk Indonesia menghadirkan regulator, pelaku usaha, dan juga pelaku UMKM untuk membahas tantangan dan kesempatan untuk memajukan UMKM dan peranan perempuan di Indonesia.
Potensi dari pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan, dinilai dapat berperan besar dan dapat membawa multiplier effect kepada perekonomian. Digitalisasi menjadi salah satu solusi pemberdayaan untuk membangkitkan daya saing dan menyiasati kondisi pandemi, namun juga dibutuhkan kerja sama antar pihak untuk dapat merealisasikan potensi tersebut.
Turut hadir dalam diskusi SAPA Untuk Indonesia adalah Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Susi Pudjiastuti, Ketua Umum IWAPI Nita Yudi, Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahuddin, Perwakilan dari Tokopedia dan Bukalapak, para pemilik UMKM binaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center dan Sampoerna Retail Community, serta pembicara menarik lainnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019 Susi Pudjiastuti menilai, memajukan peran perempuan di perekonomian memerlukan peran aktif para perempuan untuk saling menyemangati.
Menurutnya, ada banyak tanggung jawab yang bergantung di pundak perempuan dari urusan keluarga, rumah tangga, hingga bisnis. "Kita yang sudah berdaya atau sudah punya kemampuan harus jangan malas memprovokasi perempuan lainnya untuk ikut berdaya," tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :