Ini 3 Penyebab Penetrasi Internet Lemot di Indonesia

Selasa, 12 Oktober 2021 - 13:03 WIB
loading...
Ini 3 Penyebab Penetrasi...
Satelit Palapa Ring belum banyak dimanfaatkan oleh pelaku penyedia internet. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Penetrasi industri fixed broadband sejak tahun 2016 hingga 2020 melonjak menjadi 53,7%, sedangkan penetrasi internet tercatat stagnan. Senior Manager Corporate Ratings Divisions PT Pefindo, Martin Pandiangan, mengatakan bahwa ada tiga penyebab yang membuat penetrasi internet di Indonesia relatif lebih tipis dibanding negara-negara di ASEAN .

"Pertama, dari sisi keterjangkauan harga, relatif masih tinggi. Kita melihat, berbeda dengan mobile broadband, fixed broadband membutuhkan biaya-biaya lain seperti biaya sewa modem dan pemasangan," ujar Martin dalam IDX Channel Live Market Review di Jakarta, Selasa(12/10/2021).

Baca juga: Kemendikbudristek Kembali Salurkan Bantuan Kuota Internet Gratis

Dia menyebutkan, harga berlangganan broadband bulanan di Indonesia sekitar Rp300 ribu, ditambah biaya pemasangan yang kisaran rata-ratanya di Rp500 ribu. Kisaran harga tersebut dipandang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pengeluaran per kapita rata-rata bulanan rumah tangga di Indonesia di Rp1,2 juta.

"Kondisi itu menunjukkan keterjangkauan harga adalah salah satu tantangan utama dalam perkembangan industri fixed broadband," ungkap Martin.

Tantangan selanjutnya adalah dari sisi infrastruktur broadband yang terbatas dan tantangan geografis yang menyebabkan layanan internet tidak terdistribusi secara merata. Salah satu solusinya, menurut Martin, adalah proyek Palapa Ring Nasional yang bertujuan membangun konektivitas serat optik di Nusantara, mulai dari barat hingga timur Indonesia.

"Namun demikian, Palapa Ring hanyalah penyedia backbone serat optik, sedangkan untuk menghadirkan akses internet ke masyarakat butuh peran dari internet service provider (ISP). Fokus dari ISP masih berpusat di kota-kota besar, mempertimbangkan potensi pendapatan, utilisasi, dan biaya-biaya pemeliharaan yang lebih efisien," jelas Martin.

Baca juga: Demokrat Pertanyakan Penggunaan APBN untuk Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Laporan Februari 2021 menyebutkan bahwa utilisasi dari Palapa Ring masih di bawah 40%, baik itu Palapa Ring barat, tengah, dan timur. Pihaknya memandang bahwa perluasan jaringan infrastruktur memiliki peranan penting untuk mendukung pertumbuhan para pemain, terutama untuk memasuki area baru.

"Perizinan juga relatif lebih mudah dengan adanya perbaikan di UU Cipta Kerja. Sebelumnya dibutuhkan izin dari pemerintah pusat dan daerah, dan sekarang relatif lebih tersentralisasi sehingga diharapkan bisa mempermudah penggelaran serat optik dan infrastruktur telekomunikasi," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Dorong Subsidi...
Perang Iran Dorong Subsidi BBM di ASEAN Cetak Rekor Tertinggi
Harta Kekayaan Taipan...
Harta Kekayaan Taipan ASEAN Lenyap Rp1.000 Triliun Imbas Perang Iran
Rincian Harga BBM di...
Rincian Harga BBM di ASEAN: Malaysia Termurah, Singapura Bikin Geleng Kepala, Indonesia?
KB Bank dan Surge Jalin...
KB Bank dan Surge Jalin Kerja Sama Pembiayaan untuk Internet Rakyat
ICONNET Beri Diskon...
ICONNET Beri Diskon 75% untuk Pelanggan Terdampak Banjir Sumatera
Pulihkan Pemadaman Internet...
Pulihkan Pemadaman Internet Iran, Trump Bakal Libatkan Orang Terkaya Dunia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Rekomendasi
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved