Bos BI Ramal Transaksi E-Commerce Tembus Rp395 Triliun Tahun Ini
Selasa, 12 Oktober 2021 - 20:24 WIB
loading...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/Dok BI
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan ekonomi dan keuangan nasional berkembang pesat secara digital. Bahkan, dengan tingginya minat belanja online, transaksi e-commerce pada tahun ini diproyeksikan mencapai Rp395 triliun.
"Inilah Indonesia baru sedang berkembang pesat secara digital ekonomi dan keuangan nasional. Untuk transaksi e-commerce tahun ini diprediksi oleh Bank Indonesia tumbuh 48,4% menjadi Rp395 triliun," kata Perry dalam webinar OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10/2021).
Baca juga: Tahun Depan Belanja di Thailand dan Malaysia Bisa Pakai QRIS
Dia mengungkapkan, transaksi elektronik hingga akhir tahun ini tumbuh sebesar 35,7% dengan nilai mencapai Rp278 triliun. Sedangkan transaksi dan layanan perbankan secara digital diprediksi tumbuh sebanyak 30,1% dengan nilai mencapai Rp35.600 triliun.
Guna mencapai hal tersebut, bank sentral terus menguatkan koordinasi dengan berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait. Diantaranya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait lainnya.
"Inilah Indonesia baru sedang berkembang pesat secara digital ekonomi dan keuangan nasional. Untuk transaksi e-commerce tahun ini diprediksi oleh Bank Indonesia tumbuh 48,4% menjadi Rp395 triliun," kata Perry dalam webinar OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10/2021).
Baca juga: Tahun Depan Belanja di Thailand dan Malaysia Bisa Pakai QRIS
Dia mengungkapkan, transaksi elektronik hingga akhir tahun ini tumbuh sebesar 35,7% dengan nilai mencapai Rp278 triliun. Sedangkan transaksi dan layanan perbankan secara digital diprediksi tumbuh sebanyak 30,1% dengan nilai mencapai Rp35.600 triliun.
Guna mencapai hal tersebut, bank sentral terus menguatkan koordinasi dengan berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait. Diantaranya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai otoritas dan kementerian/lembaga terkait lainnya.
Lihat Juga :