Harga Mata Uang Kripto Melesat, CEO JPMorgan Bilang Bitcoin Tak Berharga

Kamis, 14 Oktober 2021 - 10:55 WIB
loading...
Harga Mata Uang Kripto Melesat, CEO JPMorgan Bilang Bitcoin Tak Berharga
CEO JPMorgan, Jamie Dimon mengatakan, Bitcoin tidak berharga di tengah lonjakan nilai mata uang kripto. Meski begitu raksasa perbankan asal AS itu tetap melayani kliennya dalam berinvestasi cryptocurrency. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - CEO JPMorgan, Jamie Dimon mengatakan, Bitcoin tidak berharga di tengah lonjakan nilai mata uang kripto. Meski begitu raksasa perbankan asal Amerika Serikat (AS) itu tetap melayani kliennya dalam berinvestasi cryptocurrency .

"Saya pribadi berpikir bahwa bitcoin tidak berharga," ujar Jamie Dimon yang masih bersikeras tidak tertarik dengan mata uang kripto .

Namun dalam pemaran Dimon saat acara tahunan Institute of International Finance, raksasa perbankan tetap menawarkan klien mereka akses ke dana cryptocurrency.

"Klien kami adalah orang dewasa. Mereka tidak setuju. Itulah yang membuat pasar," kata Dimon.

Baca Juga: Harga Bitcoin Bakal Naik 10 Kali Lipat, CEO JPMorgan: Tapi Saya Tak Peduli

"Jadi, jika mereka ingin memiliki akses untuk membeli bitcoin sendiri, kami tidak dapat menahannya. Kami dapat memberi mereka akses yang sah, sebersih mungkin," sambungnya.

JPMorgan sendiri mulai memberikan akses ke dana crypto dimulai pada bulan Juli. Sementara itu Bitcoin pada awal pekan kemarin sempat melampaui USD57.500, baru-baru ini diperdagangkan pada posisi USD57.406, dengan kenaikan 15,6% selama tujuh hari terakhir.

Sedangkan Ether bertambah 2,05% dalam perdagangan sebelumnya di level USD3.557. Pandangan bearish Dimon tidak mampu menahan laju Bitcon yang selama bulan Oktober sudah mengantongi keuntungan sebesar 19%.

Baca Juga: Tegas! China Larang Semua Transaksi Mata Uang Kripto, Termasuk Bitcoin

Sementara itu Dimon berharap, Bitcoin akan mendapatkan lebih banyak pengawasan. "Saya tidak peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang hal ini, pemerintah akan mengaturnya. Bertujuan untuk mencegah pencucian uang dan kerahasian bank," paparnya.

"Saya hanya akan menantang: bagaimana Anda tahu itu bakal berakhir pada 21 juta? Anda semua membaca algoritma? Kalian semua percaya itu? Saya tidak tahu, saya selalu skeptis terhadap hal-hal seperti itu," kata CEO JPMorgan Chase (JPM) itu.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1951 seconds (10.101#12.26)