Ekonomi Tumbuh 10,19%, Anies Ajak Pengusaha Singapura Investasi di Jakarta

loading...
Ekonomi Tumbuh 10,19%, Anies Ajak Pengusaha Singapura Investasi di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan di depan investor Singapura mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota Jakarta tumbuh 10,91% (year on year/yoy) di triwulan II 2021. Hal tersebut menjadi tanda bahwa DKI Jakarta memiliki ketahanan ekonomi meskipun di tengah pandemi.

"Peningkatan konsumsi domestik mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2021 sebesar 10,91 persen, hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa perekonomian di Jakarta telah berangsur pulih. Dengan perbaikan reformasi birokrasi yang dilakukan, kami memastikan bahwa iklim berinvestasi dan berusaha di Jakarta semakin kondusif," kata Anies dikutip melalui keterangan resminya, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Pembangunan Kampung Susun Kunir, Anies: Jadi Tempat Produktif Masyarakat

Ia pun berniat menawarkan dua proyek kepada Singapura, yakni proyek Extended Concourse Fatmawati Station oleh PT. MRT Jakarta dan proyek Transit Oriented Development Pegangsaan Dua oleh PT. Jakarta Propertindo. Ia pun berjanji akan memberikan kemudahan investasi dan perizinan di Jakarta.



"Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia merupakan salah satu mitra strategis Singapura. Oleh karena itu, untuk mendorong peningkatan investasi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh masyarakat, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para investor dengan mendorong kemudahan berinvestasi dan kemudahan berusaha di Jakarta," kata dia.

Anies mengatakan melalui kedua proyek merupakan perwujudan dari cita-cita provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi yang memiliki konektivitas yang memadai sehingga mampu menggerakkan kegiatan ekonomi di Jakarta. Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Benni Agus Candra menegaskan kemudahan berinvestasi di DKI Jakarta akan terus ditingkatkan melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) yang akan memberikan asistensi/ pendampingan kepada investor dalam kegiatan investasi di Jakarta.

"Diharapkan dapat membuka jalur komunikasi yang lebih luas untuk menjajaki peluang investasi. Kehadiran Unit Pengelola Jakarta Investment Centre dapat menjadi rekan para investor dalam mencari informasi terlengkap seputar proyek- proyek unggulan, nilai investasi, sampai dengan melakukan asistensi/ pendampingan pengurusan perizinan dan nonperizinan," kata Benni.

Pihaknya menilai tahun ini menjadi momentum yang tepat untuk menangkap peluang investasi, terlebih pergerakan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jakarta menunjukan tren positif, sebagaimana data BKPM RI, pada Triwulan II tahun 2021 DKI Jakarta memperoleh sebesar USD 0,96 miliar atau setara Rp 14,1 Triliun dari realisasi PMA (Penanaman Modal Asing).

"Setelah sebelumnya sempat terpukul karena pandemi, kini ekonomi Jakarta berangsur pulih. Tentunya saat ini menjadi momen yang tepat untuk menangkap peluang investasi. DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta senantiasa melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan realisasi investasi di Jakarta yang pada akhirnya akan berdampak pada perluasan lapangan kerja, peningkatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Asia," kata Benni.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top