SOS Industri Baja: Permintaan Anjlok 50%, Modal Kerja Makin Tipis

Rabu, 03 Juni 2020 - 11:32 WIB
loading...
SOS Industri Baja: Permintaan...
Terimbas wabah corona, industri baja nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengalami penurunan permintaan secara tajam yang akan berdampak pada kelangsungan perusahaan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil mencatatkan kinerja positif pada triwulan I tahun 2020. Namun, BUMN baja ini belum aman, karena sejak bulan April lalu kondisi perekonomian nasional mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19 yang menyebabkan industri baja mengalami penurunan permintaan hingga 50%.

Kondisi lesunya perekonomian diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir 2020. Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, menurunnya permintaan pasar mengakibatkan rendahnya utilisasi industri.

Hal ini, tegas dia, berdampak kepada tergerusnya modal kerja karena harus menanggung beban selama 3 bulan terakhir. Dengan keterbatasan modal kerja, menyebabkan sulitnya pelaku industri dalam membeli bahan baku dan membiayai operasional pabrik.

(Baca Juga: Akhirnya, Setelah 8 Tahun Krakatau Steel Berhasil Cetak Laba)

"Jika kondisi ini terus berlarut-larut dan kita tidak melakukan langkah-langkah antisipasi, besar kemungkinan industri hilir dan industri pengguna baja akan menutup pabriknya secara permanen. Keadaan ini sangat berisiko bagi perekonomian nasional karena untuk menghidupkan kembali sektor industri memerlukan waktu dan biaya yang besar dan effort yang tidak sedikit," kata Silmy Karim, dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2020).

Ia menjelaskan, bahwa industri baja merupakan "Mother of Industry" yang memiliki multiplier effect yang sangat besar khususnya dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional.

Industri hilir yang terdampak diantaranya industri konstruksi, baja lapis (BjLS), baja lapis alumunium seng (BjLAS) dan baja lapis timah, sedangkan industri pengguna baja seperti minyak dan gas, otomotif, elektronik, pertanian, fabrikator, industri makanan minuman dan perkakas.

Krakatau Steel sebagai BUMN dengan dukungan Pemerintah berinisiatif untuk menggerakkan kembali industri hilir dan industri pengguna baja agar tetap beroperasi. Dengan inisiatif tersebut diharapkan rantai pasok industri hulu, antara, sampai hilir dapat segera normal kembali, yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

(Baca Juga: Suntik 12 BUMN Rp104,38 Triliun, Sri Mulyani Minta BPKP hingga KPK Awasi)

Dalam rangka persiapan untuk merealisasikan rencana tersebut, Krakatau Steel telah menyiapkan langkah-langkah aksi yang diharapkan dapat langsung menggerakkan industri hilir dan industri pengguna baja.

"Mekanisme pemberian dana talangan masih dibicarakan di tingkat Pemerintah, kami berharap mendapatkan mekanisme yang terbaik untuk dapat segera mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutup Silmy.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
KRAS Ambil Bagian dalam...
KRAS Ambil Bagian dalam Hilirisasi Nasional Fase 2: Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional
Perkuat Masa Depan Industri...
Perkuat Masa Depan Industri Baja Nasional, Danantara Bersama DPR Kawal Kinerja KRAS
KRAS Reborn: Jurus Baru...
KRAS Reborn: Jurus Baru Krakatau Steel Tinggalkan Masa Sulit, Incar Pendapatan Rp26,8 T
Purbaya Bongkar Skandal...
Purbaya Bongkar Skandal Pajak Perusahaan Baja China Rp500 Miliar: Pejabat Kita Tak Bisa Disogok
Kabar Baik, Baja Nirkarat...
Kabar Baik, Baja Nirkarat Indonesia Bebas dari Anti-Dumping Turki
Raker Penyelamatan Industri...
Raker Penyelamatan Industri Baja Nasional Ditunda
Baja Nasional, Mutu...
Baja Nasional, Mutu Global: Krakatau Steel Bidik Kepercayaan Pasar
Pekerjakan Disabilitas,...
Pekerjakan Disabilitas, Krakatau Steel-Kemnaker Wujudkan Lingkungan Kerja Inklusif
Rekomendasi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Berita Terkini
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Infografis
Apple-Hyundai Sepakat...
Apple-Hyundai Sepakat Kerja Sama, Apple Car Makin Nyata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved