Terimbas Covid-19, Industri Mamin Diprediksi Hanya Tumbuh 4,5%

Rabu, 03 Juni 2020 - 11:48 WIB
loading...
Terimbas Covid-19, Industri...
Pelaku industri makanan dan minuman (mamin) telah memprediksi skenario terburuk akibat pandemi Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Industri makanan dan minuman (mamin) telah memprediksi skenario terburuk akibat pandemi Covid-19. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, pertumbuhan industri mamin yang biasanya mencapai angka 7% kali ini diprediksi hanya tumbuh 4-4,5%.

Dalam kuartal I (Q1), ungkap dia, industri mamin hanya tumbuh 3,94% dibandingkan Q1 tahun 2019 secara year-on-year (yoy). Hal ini antara lain disebabkan penurunan konsumsi rumah tangga sebesar 2,84% pada Q1 2020 dibandingkan 5% di tahun 2019 secara yoy.

"Bulan Ramadan yang biasanya mendongkrak pertumbuhan industri juga tidak berlaku lagi. Hal ini diperburuk dengan pelemahan rupiah, karena harga bahan baku naik. Dan negara-negara produksi bahan baku menerapkan lockdown yang berpengaruh ke berkurangnya volume impor," ujar Adhi dalam video conference Market Review IDX Channel bertajuk "Industri Pangan dan Tingkat Konsumsi Masyarakat Saat Pandemi" di Jakarta, Rabu (3/6/2020). (Baca Juga : Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri )

Dia menyampaikan, para pelaku usaha mamin masih sangat optimis di bulan Februari dan awal Maret 2020. Namun, setelah minggu ketiga bulan Maret, tiba-tiba banyak penjualan yang anjlok, diikuti penurunan di bulan April.

"Ini yang mengkhawatirkan, di momen bulan Ramadan dan lebaran tidak ada penjualan yang meningkat seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini order sangat terbatas dan cenderung turun dari rata-rata bulanan. Pembatasan kegiatan wisata dan mudik ternyata sangat mempengaruhi permintaan mamin," ungkap Adhi.

Sebelumnya, para anggota Gapmmi sudah sangat siap dari sisi produksi dan supply yang sudah disiapkan sejak bulan Januari. Angka Purchasing Managers' Index (PMI) dari bulan Januari ke Februari nampak bagus dengan kenaikan dari 49,3 ke 51,9. Namun, angka ini sangat drop di bulan Maret-April, di posisi 27,5 pada bulan April.

"Oleh karenanya, asumsi pertumbuhan industri mamin kami koreksi di level 4-4,5% sebagai skenario terburuk mengikuti pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 2,3-2,4%. Di Q2 pun nampaknya tidak lebih baik dari Q1, saya berharap setelah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kami bisa mengejar ketertinggalan," jelas Adhi.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Hilirisasi Tahap II...
Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
Berita Terkini
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved