Utang Diam-diam dari China Senilai Rp266 Triliun Berpotensi Gagal Bayar
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 10:30 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi seolah itu B to B BUMN buat konsorsium misalnya. Padahal yang menjamin proyek dan pendanaan adalah pemerintah. Kalau hidden debt lebih susah lagi mengawasi BUMN, apalagi proyek yang didanai China rentan terjadi praktik korupsi," ujar Bhima saat dimintai pendapatnya, Sabtu (16/10/2021).
Di lain sisi, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan utang luar negeri (ULN) BUMN di sektor non-keuangan, terutama di bidang konstruksi. Per Agustus 2021, utang luar negeri BUMN non-keuangan meningkat 3,42% atau mencapai USD48,17 miliar.
Sementara utang luar negeri swasta justru menurun. Posisi ULN swasta pada Agustus 2021 tercatat sebesar USD206,8 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar USD207,4 miliar.
"Ini sudah janggal, kok swasta-nya rem utang, justru BUMN yang gencar berutang. Padahal situasi dunia bisnis pada Agustus kan masih mengalami lonjakan Covid-19," kata dia.
Dengan adanya kenaikan utang BUMN di sektor non-keuangan akan menyebabkan terjadinya gagal bayar? Dan bernasib seperti perusahaan properti asal China, Evergrande?
Menurut Bhima, risiko gagal bayar mungkin tidak separah Evergrande di China, namun perlu diwaspadai adalah bailout negara melalui penyertaan modal negara (PMN).
Di lain sisi, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan utang luar negeri (ULN) BUMN di sektor non-keuangan, terutama di bidang konstruksi. Per Agustus 2021, utang luar negeri BUMN non-keuangan meningkat 3,42% atau mencapai USD48,17 miliar.
Sementara utang luar negeri swasta justru menurun. Posisi ULN swasta pada Agustus 2021 tercatat sebesar USD206,8 miliar, menurun dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya sebesar USD207,4 miliar.
"Ini sudah janggal, kok swasta-nya rem utang, justru BUMN yang gencar berutang. Padahal situasi dunia bisnis pada Agustus kan masih mengalami lonjakan Covid-19," kata dia.
Dengan adanya kenaikan utang BUMN di sektor non-keuangan akan menyebabkan terjadinya gagal bayar? Dan bernasib seperti perusahaan properti asal China, Evergrande?
Menurut Bhima, risiko gagal bayar mungkin tidak separah Evergrande di China, namun perlu diwaspadai adalah bailout negara melalui penyertaan modal negara (PMN).
Lihat Juga :