4 Kelompok ini Kalahkan Industri Otomotif dalam Produksi Ventilator

Rabu, 22 April 2020 - 09:49 WIB
loading...
4 Kelompok ini Kalahkan...
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Minimnya pasokan alat kesehatan untuk penanganan pasien corona (Covid-19) seperti ventilator membuat industri otomotif didorong untuk turut memproduksinya. Sayangnya, hal itu tak bisa direalisasikan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan para pelaku industri otomotif Tanah Air tidak dapat memproduksi ventilator. Pasalnya, industri tidak memiliki blue print atau cetak biru ventilator yang disediakan oleh industri alat kesehatan.

"Selain tak punya blue print, mereka juga tak punya bahan baku. Kondisi ini berbeda dengan industri otomotif di Amerika Serikat. Di sana, industri otomotifnya dibantu industri alkes untuk memproduksi ventilator sehingga wajar saja mereka secara cepat memproduksi ventilator," terang Agus saat Ngopi Bareng Menperin bersama media, Selasa (21/4/2020).

Meski begitu, Agus mengungkapkan bahwa ventilator masih bisa dibuat di Indonesia. Ada empat kelompok hasil perkawinan antara perguruan tinggi dan pabrikan alat kesehatan yang bisa membuat 12.000 ventilator per bulan.

Kelompok pertama dari Universitas Indonesia. Kedua, tim dari Yogyakarta yang terdiri dari Universitas Gadjah Mada, PT Yogya Presisi Teknikatama Industri, PT Stechoq dan PT Swayasa Prakarsa .

Ketiga, dari Institut Teknologi Bandung. Terakhir Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya yang dapat memproduksi Portabel Ventilator Tipe Emergency namun masih menunggu mitra. Beberapa kelompok rencananya memulai produksi pada pertengahan April ini.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Arsari Tambang Bakal...
Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Ekspor Tembus USD1 Miliar,...
Ekspor Tembus USD1 Miliar, Industri Tuna RI Incar Pasar Kolagen Global
Hilirisasi Tahap II...
Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat: Bisa Dongkrak Ekonomi dan Tambah Pendapatan Negara
Viro Transformasi ke...
Viro Transformasi ke Konstruksi Modular, Bidik Pasar Resort Tropis
Menyoroti Pergeseran...
Menyoroti Pergeseran Peran Tenaga Kerja di Tengah Perkembangan Kebutuhan Lintas Industri
International Industrial...
International Industrial Week Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Dorong Daya Saing Industri Melalui Inovasi dan Kemitraan Strategis
Evita DPR Soroti Ruwetnya...
Evita DPR Soroti Ruwetnya Industri Tekstil Nasional
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Rekomendasi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved