Dukung Penerapan ESG di Pasar Modal, Begini Cara BEI

Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:32 WIB
loading...
Dukung Penerapan ESG...
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen mendukung penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and corporate governance (ESG) di pasar modal Indonesia. Foto/SINDO Photo, Astra Bonardo
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berkomitmen mendukung penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and corporate governance (ESG) di pasar modal Indonesia. Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya terus melakukan pengembangan ESG di pasar modal.

“Bursa terus memperhatikan tuntutan pasar terkait penerapan ESG. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan benchmarking atas common practice dari bursa-bursa di dunia dalam menerapkan aspek ESG serta melihat standar internasional terkait penerapan ESG yang menjadi perhatian investor asing,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Minggu (17/10/2021).

Baca Juga: OJK: Sektor Jasa Keuangan Wajib Punya Pedoman Keuangan Berkelanjutan

Kemudian Hasan menerangkan, pihaknya juga mendukung pelaksanaan Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap 2 periode 2021-2025 yang telah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Hal ini dilakukan dengan keanggotaan BEI dalam Task Force Keuangan Berkelanjutan baik di lingkup industri jasa keuangan maupun di lingkup pasar modal .

“Tantangan dari penerapan ESG adalah bagaimana mendorong penerapan aspek-aspek ESG dan pembuatan Laporan Keberlanjutan tidak hanya bagi perusahaan tercatat di BEI, akan tetapi juga stakeholder lainnya di pasar modal Indonesia,” ujarnya.

Hasan mengungkapkan, berinvestasi pada saham perusahaan yang memperhatikan aspek ESG dalam aktivitas bisnisnya merupakan salah satu bentuk responsible investment. Penerapan ESG yang baik oleh Perusahaan Tercatat dapat mengurangi risiko dampak negatif yang berpotensi terjadi ke depannya.

Karena itu, kata dia, peluang dalam penerapan ESG akan berdampak positif bagi pasar modal Indonesia ke depannya.

“Peluang dalam penerapan ESG ke depannya adalah investor domestik maupun investor asing yang sudah mulai memperhatikan aspek ESG dalam keputusan investasinya. Sebagai contoh, di Eropa seluruh Manajer Investasi wajib untuk mengembangkan kebijakan tentang integrasi risiko terkait keberlanjutan ke dalam proses pengambilan keputusan investasi,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, sambung Hasan, penerapan ESG membuat investasi yang dilakukan secara tidak langsung juga turut mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan sosial sekaligus memberikan rasa aman karena investasi dilakukan pada perusahaan yang menerapkan tata kelola yang baik.

“Oleh karena itu, strategi yang dilakukan oleh BEI adalah dengan meningkatkan awareness dari stakeholder di pasar modal Indonesia terkait pentingnya penerapan aspek ESG,” ucapnya.

Baca Juga: Simak! Ini Arah Kebijakan OJK dalam Pengembangan Keuangan Berkelanjutan

Di Indonesia sendiri, lanjut Hasan, jika melihat jumlah dan nilai dana kelolaan reksa dana maupun ETF berbasis indeks yang menggunakan metode penilaian berbasis ESG atas saham-saham Perusahaan Tercatat juga mengalami peningkatan.

Pada Juni 2021, terdapat 15 produk reksa dana dengan total dana kelolaan sebesar Rp3,1 triliun, naik dari tahun 2016 yang hanya sebesar Rp42 miliar dari 1 produk.

“Selain itu, terdapat tantangan bagaimana Perusahaan Tercatat melakukan pengungkapan dan perhitungan atas jejak karbon, karena Perusahaan di Indonesia masih banyak yang belum melakukan dan terbiasa melakukan hal ini. Sedangkan dari sisi investor global biasanya hal ini dibutuhkan dalam aspek penilaian ESG,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Indonesia-AS Perkuat...
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Produk Kehutanan Berbasis Keberlanjutan
Indonesia dan Republik...
Indonesia dan Republik Kongo Perkuat Kerja Sama Kehutanan Berkelanjutan
Rekomendasi
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Berita Terkini
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved