Sunton Capital Disebut-sebut Lakukan Dugaan Penipuan Investasi

Senin, 18 Oktober 2021 - 14:47 WIB
Sunton Capital Disebut-sebut Lakukan Dugaan Penipuan Investasi
Penipuan berkedok investasi kembali menelan korban. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sejak pandemi, tren investasi meningkat drastis di berbagai platform. Peningkatan itu dipicu oleh membesarnya animo masyarakat untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Sayangnya, animo itu kerap dimanfaatkan segelintir oknum secara ilegal atau menipu dengan cara memberi iming-iming keuntungan yang besar. Trik itu terutama terhadap para investor pemula yang terkadang pemahamannya belum prima.

Baca juga: Tertarik Investasi di Reksa Dana? Kenali Dulu Jenis-jenisnya

Salah satu penipuan berkedok investasi diungkap oleh musisi dan pianis Ananda Sukarlan di akun Twitternya. Dia menyebut nama perusahaan yang diduga melakukan penipuan itu.



"Tweehearts, aku ikut sedih utk kalian yg udah tertipu "investment" Sunton #suntoncapital. Dimengerti sih, iming2 profit gede bgt, padahal ini money game, ya ikut aja padahal hidup jadi ga tenang, mantengin terus, takut kabur sebelum kalian ambil duit pokoknya," cuit Ananda dikutip MNC Portal, Senin (18/10/2021).

Semua berawal pada 14 Oktober 2021 lalu pukul 21.27 saat trading terjadi, SuntonFX melakukan margin call saat grafik dimanipulasi sehingga menimbulkan loss total. Margin call adalah sistem peringatan yang menunjukkan bahwa dana akun trading sudah tidak mencukupi untuk membuka posisi trading.

"Nah, ketika itu terjadi, biasanya tahap selanjutnya broker kabur dan semua layanan tidak bisa diakses," tulisnya.

Lebih lanjut Ananda Sukarlan menjelaskan bahwa website dan media sosial Sunton langsung hilang. Padahal, Sunton sempat berjanji ke investor bahwa bisa memberikan profit 5-20% sehari.

"Itu gimana mungkin coba? Dikasih enak dulu beberapa bulan, begitu masuk bulan 'kesekian', sistem 'maintenance'. Tapi tetep bisa deposit, bahkan dikasih bonus 10%! Nah makanya, kalau mau invest, pastikan perusahaannya jelas: foundernya dan directorsnya siapa-siapa aja, gedung-gedung & kantornya di mana," tambah Ananda lagi.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0958 seconds (10.177#12.26)