Jaring 3.900 Peserta, Kemkominfo Ajari UMKM di Jatim Pacu Penjualan lewat Digital

Senin, 18 Oktober 2021 - 22:40 WIB
loading...
Jaring 3.900 Peserta,...
Ilustrasi UMKM. Foto/Dok MPI/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong digitalisasi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) , salah satunya melalui program Active Selling yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di berbagai wilayah di Indonesia.

Program yang digulirkan Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo kali ini menyambangi provinsi Jawa Timur (Jatim), di mana peserta yang mendaftar membludak dari target awal yang hanya 2.600 menjadi 3.900 peserta UMKM.

Tingginya animo peserta dikarenakan pada program ini UMKM berkesempatan untuk mendapatkan pendampingan dan praktek tentang tips dan trik pemasaran di dunia digital. Para peserta juga mempelajari tentang pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital dengan baik dan maksimal dalam rangka meningkatkan omzet penjualan.

Baca juga: Menteri Johnny Pastikan Penyandang Dana Pinjol Ilegal Akan Dibasmi

Adapun program ini khusus diperuntukan bagi UMKM produsen sektor pengolahan dengan tujuan agar setelah memproduksi produk dengan baik, selanjutnya UMKM dapat memasarkan secara lebih luas.

Salah satu peserta dari Kota Malang, Alfiani, mengaku paham bahwa media sosial dan lokapasar atau marketplace mampu mendukung pemasaran hasil olahan UMKM secara online. Namun, banyak di antara mereka yang sekedar tahu saja, tanpa mengerti tips dan trik agar jualannya lebih laris.

Melalui program pendampingan Active Selling, dia berharap mendapatkan ilmu pemasaran digital untuk mendongkrak omzet. “Jualan online sudah saya jalankan lewat media sosial. Kalau melalui marketplace rasanya belum maksimal karena waktu saya habis untuk produksi. Kalau belajarnya bisa langsung praktek ya semoga bisa langsung mendatangkan efek," tuturnya, dikutip Senin (18/10/2021).

Ibu rumah tangga pemilik usaha empon-empon "Sarimpon" itu mengaku baru saja membeli mesin untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksinya. Dengan seperangkat mesin tersebut, saat mengolah rempah, aroma dan mineralnya tidak banyak terbuang.

Dia pun ingin memasarkan empon-empon instan ke berbagai kota. Dengan pendampingan untuk menerapkan aplikasi agregator dan kasir, Alfiani berharap dapat memaksimalkan waktunya untuk menggenjot produksi.

“Untuk produk jamu siap minum dipasarkan lewat offline tapi yang berbentuk ekstrak saya jual lewat online. Aplikasi agregator agaknya bagus, bisa mempersingkat waktu untuk mengunggah produk langsung ke berbagai marketplace. Kalau yang aplikasi kasir kebetulan banget saya juga butuh, karena pencatatan ini kan repot ya. Kami juga kan harus menghitung harga pokok produksi, jadi aplikasinya sangat membantu," bebernya seraya menambahkan, keberadaan konsultan bisnis dibutuhkan agar bisnis UMKM bisa terencana dengan baik dan lebih terukur.

Baca juga: Transformasi Digital dan Keberlanjutan Kunci Pencapaian Target Cetak Biru MEA 2025

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Dwi Ekowati Aprilia A Lahal atau yang biasa dipanggil Dea. Pemilik usaha produk olahan makanan ringan berupa kacang coklat, cheese chips dan manisan mangga, ini kerap mengikuti pelatihan dan juga bergabung dengan berbagai komunitas UMKM.

Alhasil, produk Dea sudah siap terjun ke pasar yang lebih luas dan ancang-ancang untuk ekspor. Dia pun tidak menampik bahwa UMKM produsen sering kehabisan waktu untuk urusan administrasi. Jadi, kata dia, aplikasi agregator dan kasir yang mempermudah pembukuan memang sebaiknya segera diterapkan.

“Program Pendampingan Active Selling ini bagus. Banyak teman-teman UMKM yang sangat mebutuhkan pendampingan secara langsung. Saya suka ini ada aplikasi agregator dan pembukuan, kita sebagai produsen pengolahan butuh banget," tukasnya.

Dea berpesan kepada UMKM lain agar tak bosan-bosan mencari ilmu dan mencari kawan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman dan pemasaran. “Menjadi UMKM harus sering-sering berkumpul untuk mencari ilmu dan siap menerima masukan untuk menyempurnakan produk kita dan mendapatkan jaringan pemasaran yang lebih luas," tandasnya.

Direktur Ekonomi Digital Kemkominfo I Nyoman Adhiarna mengapresiasi animo para pelaku usaha yang ingin belajar tentang pemasaran digital lewat Program Active Selling. Dia menyadari bahwa kuota peserta yang hanya 2.600 setiap wilayah tidak akan mencakup semua UMKM produsen sektor pengolahan di seluruh Jawa Timur.

“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa menjangkau seluruh UMKM (di Jawa Timur). Kami berharap agar para peserta nanti dapat berbagi ilmu dengan UMKM lainnya. Harapan dan masukan dari peserta-peserta akan kami dalami karena kami sedang menyiapkan kegiatan kelanjutan Active Selling ini," bebernya.

Program pelatihan dan pendampingan yang menyasar UMKM produsen sektor pengolahan ini digelar selama bulan Juli hingga Desember 2021 dengan tujuan agar UMKM mampu meaksimalkan pemanfaatan aplikasi-aplikasi digital untuk menunjang proses bisnis yang efektif dan efisien.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved