Karyawan Protes Gaji Dipotong 30 Persen, Ini Tanggapan Garuda

Selasa, 19 Oktober 2021 - 18:45 WIB
Karyawan Protes Gaji Dipotong 30 Persen, Ini Tanggapan Garuda
Garuda Indonesia merespons keberatan karyawan Perseroan terkait pemotongan gaji yang bersifat final sebesar 30 persen. Foto/Dok SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) merespons keberatan karyawan Perseroan terkait pemotongan gaji yang bersifat final sebesar 30 persen.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Garuda menjelaskan, pandemi Covid-19 yang terjadi mulai awal tahun 2020 telah memberikan dampak signifikan terutama bagi industri penerbangan Tanah Air.

Tekanan kinerja yang cukup berat juga tak terelakkan dialami maskapai pelat merah sebagai dampak implementasi kebijakan pembatasan pergerakan dan wilayah yang diberlakukan dalam upaya percepatan penanggulangan pandemi Covid-19.

Baca juga: Garuda Bakal Dibubarkan Jika Restrukturisasi Utang Berakhir Buntu



"Kondisi tersebut tentunya mengharuskan Perseroan untuk melakukan upaya dan langkah strategis agar tetap dapat bertahan serta sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan kinerja, di mana salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan pemotongan sementara gaji karyawan sebesar 30-50 persen yang pada dasarnya merupakan upaya menjaga keberlangsungan operasional Perseroan melalui pengelolaan cost dan cash flow menyesuaikan dengan kondisi dan demand yang ada," tulis keterangan manajemen Garuda Indonesia, dikutip Selasa (19/10/2021).

Adapun Perseroan secara berkelanjutan juga terus menjalankan berbagai langkah strategis lainnya dalam mengelola cost structure, yang antara lain dilakukan melalui efisiensi biaya operasional, restrukturisasi biaya sewa pesawat maupun biaya penunjang lainnya.

Terkait dengan adanya keberatan karyawan atas kebijakan tersebut, manajemen Garuda berkomitmen untuk membuka komunikasi guna dapat menyampaikan pemahaman kepada seluruh stakeholders, termasuk karyawan terkait latar belakang pemberlakukan kebijakan ini yaitu yang didasari oleh kondisi tekanan kinerja yang dialami Perseroan imbas kondisi pandemi Covid-19.

Baca juga: Pelita Air Dikabarkan Gantikan Garuda Indonesia, Begini Respons Kemenhub

"Di samping itu, Perseroan secara berkala juga akan melakukan review atas pemberlakuan kebijakan terkait, selaras dengan kondisi dan pemulihan kinerja Perseroan yang terus diupayakan Perseroan hingga kini," tuturnya.

Manajemen Garuda juga telah melakukan komunikasi dan diskusi dengan karyawan yang berkeberatan dan telah kembali menjelaskan mengenai kondisi Perseroan beserta latar belakang penerapan kebijakan ini.

Manajemen menjelaskan bahwa pada dasarnya tujuan utama pemberlakuan kebijakan terkait adalah guna tetap menjaga keberlangsungan usaha Perseroan di tengah kondisi penurunan demand layanan penerbangan yang sangat signifikan imbas kondisi pandemi Covid-19.

"Lebih lanjut Perseroan senantiasa akan membuka komunikasi dan diskusi dengan pegawai serta turut menerima masukan/input dari karyawan agar bersama-sama dapat berupaya mendorong pencapaian pemulihan kinerja yang diharapkan," jelas manajemen GIAA.
(ind)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1188 seconds (10.177#12.26)