New Normal Diyakini Akan Kembali Menggerakkan Ekonomi Nasional
Rabu, 03 Juni 2020 - 17:06 WIB
loading...
A
A
A
Sambung Misbakhun menerangkan, selama Q1 2020, pertumbuhan konsumsi hanya 2,84%, padahal biasanya masih di kisaran 5%. Yang patut dicatat adalah konsumsi berkontribusi sekitar hampir 57% pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia. “Karena itulah new normal diharapkan dapat memulihkan kembali perekonomian Indonesia dari pandemi COVID-19,” ujarnya.
“Dengan kembalinya aktivitas masyarakat maka penerapan pola kehidupan new normal ini akan menjadi kunci kebangkitan ekonomi Indonesia,” ulasnya lebih lanjut.
Meski demikian, Misbakhun menegaskan bahwa era new normal bukan usaha kerja pemerintah semata. Pasalnya, kebijakan itu membutuhkan kerja sama dari kalangan swasta dan seluruh elemen masyarakat. “Potensi penguatan ekonomi tersebut harus juga disertai dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersiap menghadapi new normal secara bersama-sama,” tulisnya.
“Dengan kembalinya aktivitas masyarakat maka penerapan pola kehidupan new normal ini akan menjadi kunci kebangkitan ekonomi Indonesia,” ulasnya lebih lanjut.
Meski demikian, Misbakhun menegaskan bahwa era new normal bukan usaha kerja pemerintah semata. Pasalnya, kebijakan itu membutuhkan kerja sama dari kalangan swasta dan seluruh elemen masyarakat. “Potensi penguatan ekonomi tersebut harus juga disertai dengan kesadaran kolektif masyarakat untuk bersiap menghadapi new normal secara bersama-sama,” tulisnya.
(akr)
Lihat Juga :