Potensi Pasar Ekspor Kertas Pembungkus Kado Tembus Rp212 Triliun

Rabu, 20 Oktober 2021 - 17:14 WIB
loading...
Potensi Pasar Ekspor...
Mengutip data Grand View Research, nilai produk pembungkus kado global mencapai USD15,1 miliar pada 2018. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Bisnis industri kreatif kertas pembungkus hadiah (gift wrapping paper) sangat potensial. Hal ini mencuat seiring dengan banyaknya negara yang memiliki tradisi memberi hadiah khusus sehingga membutuhkan pembungkusan kado. Bahkan potensi ekspor gift wrapping paper mencapai USD15 miliar atau setara Rp212 triliun (Rp14.131 per dolar AS).

“Potensi pasar ekspor gift wrapping paper sangat besar. Info yang kami peroleh, nilainya mencapai sekitar USD15 miliar per tahun,” kata Managing Director PT Cermai Makmur Abadi Internasional (Cermai Makmur) Theresia O Sutaman dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Baca Juga : Indonesia Tawarkan 3 Proyek Investasi Sektor Energi Terbarukan kepada Jepang

Cermai Makmur merupakan salah satu pemain ekspor gift wrapping paper. Perusahaan yang berdiri sejak 28 tahun lalu itu membidik dua pasar utama, yakni Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

“Pemain besar bisnis gift wrapping paper adalah perusahaan-perusahaan global, sekalipun demikian kita mampu bersaing. Perusahaan Indonesia dapat berkecimpung asal kompetitif dan mampu menciptakan buyer di pasar besar dunia,” papar Theresia.

Dia menambahkan, pihaknya memproduksi gift wrapping product include gift wrap paper, gift boxes, gift bags, printed tissue papers, serta tags and also card. “Di samping itu, kami juga memproduksi party decorations juga seperti untuk ulang tahun (birthday), graduation, weddings, dan valentine,” ujar Theresia.

Mengutip data Grand View Research, nilai produk pembungkus kado global mencapai USD15,1 miliar pada 2018. Inovasi produk dalam pembungkus kado merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri ini.

Selain itu, peningkatan daya beli telah mendongrak permintaan untuk pilihan hadiah yang elegan dan disesuaikan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri produk hadiah secara keseluruhan, yang secara positif akan mempengaruhi pasar global. Salah satu pemain besar bisnis gift wrapping paper, IG Design Group PLC, Inggris ditaksir mampu meraih pendapatan sekitar USD634 juta.

Mengutip data laporan London Stock Exchange, 8 Oktober 2021, pendapatan IG Design Group PLC's pada 2019 sebesar USD448,4 juta. Kemudian naik menjadi USD494,2 juta pada 2020. Tahun 2021, hingga ini tercatat sebesar USD634,3 juta. Lalu, pemain besar lainnya di industri ini datang dari China. “China berkontribusi sekitar 30% terhadap pasar gift wrapping paper global,” tutur Theresia.

Baca Juga : Buka Banyak Lapangan Kerja, Sandiaga: Kopi Aceh Ikut Bangkitkan Ekonomi

Dia optimistis, nilai pasar gift wrapping paper global masih terus bertumbuh. Karena itu, peluang perusahaan Indonesia untuk masuk juga terbuka lebar. Grand View Research menyebutkan, nemberi hadiah dianggap sebagai cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih atau penghargaan. Akibatnya, kebiasaan memberi hadiah telah berkembang selama bertahun-tahun. Bertukar hadiah tidak terbatas pada festival atau musim liburan seperti Thanksgiving dan Natal.

Orang-orang memberikan hadiah pada berbagai kesempatan seperti ulang tahun, pesta rumah, pesta kelulusan, dan pesta perpisahan. Karena produk pembungkus kado dianggap meningkatkan nilai estetika produk secara keseluruhan, peningkatan acara pemberian hadiah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Rekomendasi
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Lebih Dijagokan
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved