Di Dubai, BRIN Pamerkan Satelit hingga Pesawat Tanpa Awak

Rabu, 20 Oktober 2021 - 23:00 WIB
Di Dubai, BRIN Pamerkan Satelit hingga Pesawat Tanpa Awak
Paviliun Indonesia di ajang World Expo 2020 Dubai. Foto/Kemendag
A A A
JAKARTA - Melanjutkan antusias pengunjung dan investor terhadap Indonesia, pada 15-21 Oktober Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) akan memperkenalkan inovasi terbarunya di Paviliun Indonesia dalam ajang Expo 2020 di Dubai, Uni Emirat Arab ( UEA ).

Inovasi terbaru yang akan dipamerkan kepada investor serta pengunjung Expo adalah satelit mini berukuran kurang dari 1 meter yang dapat berfungsi seperti satelit pada umumnya. Satelit yang dipanggil satelit Lapan A4 dan Lapan A5 ini dicanangkan akan mengorbit pada tahun 2023.

Baca juga: Penguasa Dubai Pakai Perangkat Lunak untuk Intip Mantan Istri

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko mengatakan, satelit Lapan A4 dan Lapan A5 merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengutamakan riset dan inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



Satelit Lapan A4 dapat membantu untuk mengembangkan sistem keamanan kelautan hingga pelacakan jalur kapal sehingga dapat meminimalisasi kecelakaan antar-kapal. Sedangkan Satelit Lapan A5 akan difungsikan sebagai perangkat mitigasi bencana di daerah rawan bencana, terutama untuk mendeteksi potensi tsunami.

"Satelit-satelit ini bisa menjaga keamanan laut dan menyelamatkan banyak orang dengan adanya mitigasi bencana,” ujar Tri Handoko dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Rabu (20/10/2021).

Baca juga: Sirtwo Island Simpan Fosil Peradaban Bandung Purba, Diusulkan Masuk Geopark Rajamandala

Selain memperkenalkan satelit mikro, lanjut dia, para pengunjung juga dapat melihat replika satelit dengan ukuran asli (1:1) dan juga beberapa replika pesawat udara nirawak (PUNA) yang akan dipamerkan di area rolling exhibition, Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai.

Pesawat udara nirawak ini terdiri dari dua jenis, yaitu PUNA Alap-alap yang dapat menempuh jarak terbang hingga 100 km dan dapat digunakan untuk pemetaan serta pemantauan sebuah wilayah. Sementara PUNA Elang Hitam mampu terbang sejauh 250 km yang digunakan untuk pengintaian, kegiatan intelijen, dan dapat dipersenjatai.
(uka)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1252 seconds (10.177#12.26)