Facebook Dikabarkan Ganti Nama Baru Pekan Depan, Intip Bocorannya
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 07:30 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya menggarap jejaring media sosial, perusahaan Facebook telah membangun perangkat keras untuk konsumen berupa kacamata Augmented Reality/AR yang diyakini bakal beredar secara luas di masa depan layaknya smartphone. Namun sampai saat ini, belum ada bocoran apa nama baru yang bakal disandang oleh Facebook. The Verge menduga nama baru perusahaan bakal dikaitkan dengan nama Horizon.
Belakangan, perusahaan tengah menggarap sebuah platform gim virtual reality (VR) yang tengah dikembangkan bernama Horizon Worlds, serta tempat kerja virtual yang masih berbentuk versi demo bernama Horizon Workrooms. Pada dasarnya gagasan 'metaverse' telah lama diajukan Zuckerberg sebagai bentuk masa depan internet di mana seseorang tidak lagi diharuskan untuk bertemu secara fisik. Kendati belum dikenal publik secara luas, Zuckerberg meyakini ide metaverse bakal sukses ke depannya. "Ini bakal menjadi babak baru berikutnya untuk perusahaan kami," kata Zuckerberg.
Publik mengenal istilah Metaverse pertama kali ditulis dalam novel fiksi ilmiah karya Neal Stephenson untuk menggambarkan dunia virtual tempat orang-orang melarikan diri dari dunia nyata. Apabila perubahaan citra ini terjadi, maka garapan Zuckerberg ke depan bakal lebih fokus terhadap pengawasan di dalam sistem perusahannya, mengingat belakangan dirinya sempat dikecam sejumlah pejabat politik di Kongres Amerika Serikat terkait masalah keamanan pengguna dan praktik bisnis.
Baca Juga: Fantastis, Kekayaan Anthony Ginting Tembus Rp3,53 Miliar
Seperti diketahui, Facebook bukanlah perusahaan teknologi pertama yang mengubah nama perusahaannya seiring dengan perkembangan tujuan perusahaan. Pada 2015, Google pernah melakukan reorganisasi sepenuhnya di bawah perusahaan induk bernama Alphabet, untuk menegaskan bahwa korporasi tersebut tidak sekadar mesin pencari melainjak juga konglomerat yang memproduksi perangkat keras teknologi. Begitu pula dengan Snapchat yang berganti nama menjadi Snap Inc pada 2016, dan menyebut diri mereka sebagai perusahaan kamera dengan debut meluncurkan sepasang kacamata kamera bernama Spectacles.
Belakangan, perusahaan tengah menggarap sebuah platform gim virtual reality (VR) yang tengah dikembangkan bernama Horizon Worlds, serta tempat kerja virtual yang masih berbentuk versi demo bernama Horizon Workrooms. Pada dasarnya gagasan 'metaverse' telah lama diajukan Zuckerberg sebagai bentuk masa depan internet di mana seseorang tidak lagi diharuskan untuk bertemu secara fisik. Kendati belum dikenal publik secara luas, Zuckerberg meyakini ide metaverse bakal sukses ke depannya. "Ini bakal menjadi babak baru berikutnya untuk perusahaan kami," kata Zuckerberg.
Publik mengenal istilah Metaverse pertama kali ditulis dalam novel fiksi ilmiah karya Neal Stephenson untuk menggambarkan dunia virtual tempat orang-orang melarikan diri dari dunia nyata. Apabila perubahaan citra ini terjadi, maka garapan Zuckerberg ke depan bakal lebih fokus terhadap pengawasan di dalam sistem perusahannya, mengingat belakangan dirinya sempat dikecam sejumlah pejabat politik di Kongres Amerika Serikat terkait masalah keamanan pengguna dan praktik bisnis.
Baca Juga: Fantastis, Kekayaan Anthony Ginting Tembus Rp3,53 Miliar
Seperti diketahui, Facebook bukanlah perusahaan teknologi pertama yang mengubah nama perusahaannya seiring dengan perkembangan tujuan perusahaan. Pada 2015, Google pernah melakukan reorganisasi sepenuhnya di bawah perusahaan induk bernama Alphabet, untuk menegaskan bahwa korporasi tersebut tidak sekadar mesin pencari melainjak juga konglomerat yang memproduksi perangkat keras teknologi. Begitu pula dengan Snapchat yang berganti nama menjadi Snap Inc pada 2016, dan menyebut diri mereka sebagai perusahaan kamera dengan debut meluncurkan sepasang kacamata kamera bernama Spectacles.
(nng)
Lihat Juga :