Bos BI dan Sri Mulyani Bikin Kesepakatan Khusus untuk Pendanaan APBN
Rabu, 03 Juni 2020 - 19:29 WIB
loading...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melakukan kesepakatan bersama terkait dengan pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19.
Akibat pandemi Covid-19 membuat beban defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah semakin melebar. Begitu pula dengan biaya PEN. Untuk mengatasi defisit tersebut, sebagian besar akan ditambal dari penerbitan surat utang.
Perry Warjiyo mengungkapkan penguatan kerja sama ini dapat membangkitkan kepercayaan investor surat utang pemerintah. Selain itu, koordinasi ini akan memicu lebih banyak arus modal masuk ke Indonesia.
"Kami dan Menteri Keuangan akan melakukan burden sharing penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ini dalam bentuk kesepakatan bersama yang sedang kami finalkan," terang Perry di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
Baca: Luhut: Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Butuh Waktu 5 Tahun
Akibat pandemi Covid-19 membuat beban defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pemerintah semakin melebar. Begitu pula dengan biaya PEN. Untuk mengatasi defisit tersebut, sebagian besar akan ditambal dari penerbitan surat utang.
Perry Warjiyo mengungkapkan penguatan kerja sama ini dapat membangkitkan kepercayaan investor surat utang pemerintah. Selain itu, koordinasi ini akan memicu lebih banyak arus modal masuk ke Indonesia.
"Kami dan Menteri Keuangan akan melakukan burden sharing penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ini dalam bentuk kesepakatan bersama yang sedang kami finalkan," terang Perry di Jakarta, Rabu (3/6/2020).
Baca: Luhut: Pemulihan Ekonomi Dampak Covid-19 Butuh Waktu 5 Tahun
Lihat Juga :