Progres Pembangunan Smelter Freeport di Gresik Capai 8%

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 12:30 WIB
loading...
Progres Pembangunan...
Aktivitas truk di area tambang terbuka Freeport Indonesia di Timika, Papua. FOTO/ANTARA
A A A
JAKARTA - Progres pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur telah mencapai 8%. Smelter PTFI ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia dengan kapasitas pengolahan mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau 480.000 ton logam tembaga.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, proyek yang dibangun di atas lahan seluas 100 hektar ini sudah menghabiskan biaya sekitar USD450 juta dari total biaya investasi yang diperkirakan mencapai USD3 miliar atau sekitar Rp42 triliun.

"Proses pembangunan smelter sudah kita mulai. Pemetaan lahannya sudah kami lakukan dan perizinan amdal sudah kami dapatkan dan sekarang sedang dalam tahap pemasangan tiang pancang. Tiang pancang itu totalnya mencapai 16.000," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga: Rebut Freeport dan Rokan, Jokowi Masih Punya Pertanyaan

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo telah meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan smelter PTFI di KEK Gresik, Jawa Timur pada Selasa (12/10). Peresmian groundbreaking ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018.

Konsentrat tembaga yang dipasok ke smelter ini berasal dari tambang bawah tanah terbesar di dunia yang dikelola PTFI.

Tony melanjutkan, PTFI menggandeng PT Chiyoda International Indonesia untuk melakukan pekerjaan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) di tahap konstruksi. Adapun pendanaan proyek pembangunan smelter ini berasal dari perbankan dan internal.

"Sebagian sudah didanai oleh perbankan dan kami sudah mendapatkan komitmen dari perbankan sebesar USD1 miliar. Selebihnya kami akan biayai sendiri atau mungkin ada sumber-sumber pendanaan lain yang kami cari paling efektif supaya keekonomian dari proyek smelter tembaga ini terbantu," jelasnya.

Baca Juga: Telan Anggaran Rp42 Triliun, Smelter Freeport di Gresik Serap 40 Ribu Tenaga Kerja

Dia menambahkan, proyek pembangunan smelter di Gresik ditargetkan akan selesai dalam waktu 5 tahun. Namun pandemi Covid-19 menghambat proses pembangunan sehingga penyelesaian proyek tersebut akan mundur sekitar 4-5 bulan.

"Ada kendala pandemi sehingga proses penyelesaiannya mungkin 5 tahun ditambah sekitar 4-5 bulan. Ini sama seperti proyek-proyek lain di dunia yang hampir semua tertunda akibat situasi pandemi ini," tuturnya
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasib 2.374 Pekerja...
Nasib 2.374 Pekerja Freeport Menggantung Sembilan Tahun, Said Iqbal Lapor Menaker
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Halal Industrial Park...
Halal Industrial Park Sidoarjo Diproyeksi Jadi Industri Halal Skala Global
Hinca Usulkan Maluku...
Hinca Usulkan Maluku Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis: Supaya Tidak Gelap, Ya Dibuat Terang
Rekomendasi
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
My Chef In Crime Segera...
My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+: Indonesia’s First Culinary Crime Thriller yang Wajib Masuk Watchlist!
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved