IHSG Menguat, Waspadai Koreksi Saham Perbankan Pekan Depan

Minggu, 24 Oktober 2021 - 13:01 WIB
IHSG Menguat, Waspadai Koreksi Saham Perbankan Pekan Depan
IHSG terus mengalami penguatan selama beberapa pekan terakhir. Foto/Dok SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penguatan selama beberapa pekan terakhir ditopang oleh data perekonomian yang juga membaik.

Pengamat Pasar Modal Oktavianus Audi mengatakan, meski didorong beberapa sentimen positif, investor tetap perlu perlu mewaspadai pergerakan saham sektor perbankan yang rawan koreksi.

"Perbankan sendiri kita sudah harus mulai waspada khususnya yang trading, karena kalau saya lihat beberapa emiten khususnya big caps sudah masuk arah margin beli. Pekan depan harus antisipasi terjadinya aksi ambil untung dan menurut saya ini salah satu hal yang cukup wajar di pergerakan arah saham," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Minggu (24/10/2021).

Baca juga: Tembus Rp1,19 Triliun, Asing Kempit Saham 3 Bank Pelat Merah



Dia melanjutkan, faktor lainnya yang turut mengerek IHSG adalah harga komoditas yang naik seiring dengan laporan data ekspor yang meningkat signifikan.

"Sebenarnya ada sedikit keuntungan di mana ketika harga komoditas itu naik, dilihat dari data ekspor kita kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, kenaikan ekspor non migas ini cukup signifikan khususnya di komoditas pertambangan seperti batu bara," bebernya.

Dengan demikian, jika terjadi koreksi di sektor pertambangan maupun perbankan, menurut dia itu adalah hal yang wajar. "Memang kalau kita lihat IHSG ini ditopang oleh ekonomi yang cukup kuat. Jadi, jika ada koreksi ke depannya saya pikir itu menjadi harga koreksi yang masih wajar, masih sehat," ucapnya.

Lebih lanjut, Oktavianus menilai sektor perbankan sebenarnya masih dalam posisi meningkat terutama didorong pemulihan ekonomi dan data Bank Indonesia terkait pertumbuhan tingkat kredit.

Baca juga: Barbie Kumalasari Pamer Saldo Rekening, Jumlahnya Bikin Lucinta Luna Ketawa Ngakak

"Jadi memang ini menjadi salah satu pendorong atau meningkatkan sektor perbankan itu sendiri, di mana kita lihat konsumsi masyarakat mulai pulih, aktivitas sudah mulai kembali lagi. Seiring upaya pemulihan dari Covid-19, kita sudah bisa beraktivitas kembali, PPKM mulai turun, di satu sisi itu akan menimbulkan lagi minat kredit yang meningkat," urainya.

Kemudian jika dilihat dari data kuartal III/2021, lanjut dia, ekonomi Indonesia masih tumbuh walaupun lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. "Tapi kita lihat di sini satu sisi sudah mulai ada perbaikan. Saya pikir ini akan mendorong sekali dari emiten perbankan khususnya big caps sendiri," tukasnya.

Adapun rekomendasi saham big caps yang perlu dicermati diantaranya adalah BBCA di atas 7.400-7.800, BBNI level support di atas 7.100, dan BBRI level resisten 4.430-4.470.
(ind)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2464 seconds (11.210#12.26)