Harga Batubara Naik, Ini Dampaknya ke Emiten Produsen Semen
Senin, 25 Oktober 2021 - 12:07 WIB
loading...
Beberapa hari terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami naik turun dalam sepekan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Beberapa hari terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami naik turun dalam sepekan. Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada menyebut bahwa tren tersebut masih dalam koreksi adalah hal yang wajar, setelah IHSG mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir.
Menurutnya, kenaikan IHSG dari 6.100-an hingga ke 6.680-an banyak ditopang oleh aksi beli di saham-saham bank dan energi. "Ada sentimen negatif dari China di mana mereka berencana untuk memangkas harga komoditas," ujar Reza kepada wartawan, Senin (25/10/2021).
Baca Juga : Harga Komoditas jadi Pendorong IHSG, Simak Rekomendasi Saham Pilihan
Apakah kondisi tersebut mempengaruhi kinerja saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) ? "Semester tahun ini permintaan Semen Baturaja mulai meningkat, secara yoy (year on year) juga meningkat dan mampu membukukan laba dari sebelumnya rugi. Ini bisa menjadi booster atau sentimen positif pelaku pasar," kata Reza lagi.
Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, berpendapat kondisi tersebut tak mempengaruhi kinerja perseroan. Meski pergerakannya berada dalam tren penurunan setidaknya dalam satu minggu terakhir, namun kinerja korporasi SMBR masih positif.
Yusuf mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari kenaikan harga batubara yang memang berada dalam tren kenaikan sebulan terakhir. "Sebenarnya posisi SMBR dan industri semen pada umumnya di tahun ini masih berada dalam posisi over supply," kata dia.
Menurutnya, kenaikan IHSG dari 6.100-an hingga ke 6.680-an banyak ditopang oleh aksi beli di saham-saham bank dan energi. "Ada sentimen negatif dari China di mana mereka berencana untuk memangkas harga komoditas," ujar Reza kepada wartawan, Senin (25/10/2021).
Baca Juga : Harga Komoditas jadi Pendorong IHSG, Simak Rekomendasi Saham Pilihan
Apakah kondisi tersebut mempengaruhi kinerja saham PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) ? "Semester tahun ini permintaan Semen Baturaja mulai meningkat, secara yoy (year on year) juga meningkat dan mampu membukukan laba dari sebelumnya rugi. Ini bisa menjadi booster atau sentimen positif pelaku pasar," kata Reza lagi.
Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, berpendapat kondisi tersebut tak mempengaruhi kinerja perseroan. Meski pergerakannya berada dalam tren penurunan setidaknya dalam satu minggu terakhir, namun kinerja korporasi SMBR masih positif.
Yusuf mengatakan bahwa hal ini tidak terlepas dari kenaikan harga batubara yang memang berada dalam tren kenaikan sebulan terakhir. "Sebenarnya posisi SMBR dan industri semen pada umumnya di tahun ini masih berada dalam posisi over supply," kata dia.
Lihat Juga :