Kompak, RI-Malaysia Gencarkan Kampanye Positif Sawit di Eropa
Selasa, 26 Oktober 2021 - 08:27 WIB
loading...
Indonesia-Malaysia perlu melakukan kampanye positif terhadap kelapa sawit secara efektif, efisien dan tepat sasaran. Foto/Dok SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Malaysia terkait kebijakan kelapa sawit.
“Saya ingin mengakhiri dengan menegaskan kembali komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Malaysia. Saya percaya bahwa terlepas dari pandemi yang sedang berlangsung, ada banyak peluang yang harus dimanfaatkan kedua negara di tahun-tahun mendatang,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Kampanye Negatif Minyak Sawit Makin Masif, Harus Jadi Perhatian Serius!
Dia menyebut Malaysia merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia dalam hal investasi dan perdagangan. Selama semester I/2021, Penanaman Modal Asing (PMA) yang berasal dari Malaysia mencapai USD706,8 juta dan tersebar di 1.324 proyek.
Dari sisi perdagangan barang, volume perdagangan bilateral antar negara telah mencapai USD15,03 juta pada tahun 2020 dan USD13,43 juta selama Januari hingga Oktober 2021. “Hal tersebut menunjukkan intensnya hubungan bilateral kedua negara,” tuturnya.
Airlangga menyampaikan Indonesia sebagai Ketua Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mengajak negara-negara produsen kelapa sawit mengantisipasi kemungkinan terjadinya siklus harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) melalui peningkatan konsumsi domestik sebagai alat manajemen permintaan.
“Saya ingin mengakhiri dengan menegaskan kembali komitmen kuat pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Malaysia. Saya percaya bahwa terlepas dari pandemi yang sedang berlangsung, ada banyak peluang yang harus dimanfaatkan kedua negara di tahun-tahun mendatang,” ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Kampanye Negatif Minyak Sawit Makin Masif, Harus Jadi Perhatian Serius!
Dia menyebut Malaysia merupakan salah satu mitra ekonomi utama Indonesia dalam hal investasi dan perdagangan. Selama semester I/2021, Penanaman Modal Asing (PMA) yang berasal dari Malaysia mencapai USD706,8 juta dan tersebar di 1.324 proyek.
Dari sisi perdagangan barang, volume perdagangan bilateral antar negara telah mencapai USD15,03 juta pada tahun 2020 dan USD13,43 juta selama Januari hingga Oktober 2021. “Hal tersebut menunjukkan intensnya hubungan bilateral kedua negara,” tuturnya.
Airlangga menyampaikan Indonesia sebagai Ketua Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mengajak negara-negara produsen kelapa sawit mengantisipasi kemungkinan terjadinya siklus harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) melalui peningkatan konsumsi domestik sebagai alat manajemen permintaan.
Lihat Juga :