Sri Mulyani: Dunia Kehilangan Rp170 Kuadriliun Akibat Pandemi Covid-19
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 21:00 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani di acara forum KTT G20 di Roma, Italia. FOTO/Instagram/@smindrawati
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan dahsyatnya imbas pandemi Covid-19 memukul perekonomian global. Jutaan manusia meninggal akibat terpapar virus corona. Dari 245 juta orang manusia di dunia 5 juta orang terenggut nyawanya akibat terinfeksi corona. Bahkan hingga saat ini belum ada tanda-tanda pandemi akan berakhir.
"Pandemi Covid-19 begitu dahsyat, menelan korban hampir 5 juta nyawa manusia dan belum menunjukkan tanda berakhir," kata Sri Mulyani dikutip melalui akun Instagram @smindrawati, Sabtu (30/10/2021).
Baca Juga: Menlu Retno: Agenda Jokowi di Hari Pertama KTT G20 Sangat Padat
Dampak Covid-19, dunia telah kehilangan USD12 triliun atau sekitar Rp170 kuadriliun (kurs Rp14.228 per dolar AS) dalam bentuk kontraksi ekonomi, biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan hingga peningkatkan kemiskinan. Negara-negara dunia juga berbondong-bondong merogoh kocek biaya fiskal untuk mengatasi dampak pandemi.
Di gelaran acara KTT G20 di Roma, Italia negara anggota berkumpul guna mencari solusi terbaik menangani pandemi, yakni bersama-sama mencari jalan keluar bagaimana dunia bisa lebih baik dalam mencegah dan menangani ancaman pandemi saat ini dan kemungkinan pandemi berikutnya.
"Pandemi Covid-19 begitu dahsyat, menelan korban hampir 5 juta nyawa manusia dan belum menunjukkan tanda berakhir," kata Sri Mulyani dikutip melalui akun Instagram @smindrawati, Sabtu (30/10/2021).
Baca Juga: Menlu Retno: Agenda Jokowi di Hari Pertama KTT G20 Sangat Padat
Dampak Covid-19, dunia telah kehilangan USD12 triliun atau sekitar Rp170 kuadriliun (kurs Rp14.228 per dolar AS) dalam bentuk kontraksi ekonomi, biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan hingga peningkatkan kemiskinan. Negara-negara dunia juga berbondong-bondong merogoh kocek biaya fiskal untuk mengatasi dampak pandemi.
Di gelaran acara KTT G20 di Roma, Italia negara anggota berkumpul guna mencari solusi terbaik menangani pandemi, yakni bersama-sama mencari jalan keluar bagaimana dunia bisa lebih baik dalam mencegah dan menangani ancaman pandemi saat ini dan kemungkinan pandemi berikutnya.
Lihat Juga :