Bengkel UMKM Rugi Rp62,5 Triliun Akibat Pandemi Covid-19
Minggu, 31 Oktober 2021 - 19:55 WIB
loading...
A
A
A
Pendapatan jasa bengkel otomotif turun drastis karena pada masa pandemi, mobilitas dibatasi. Mobil jarang perawatan, jarang rusak dan penggantian spare part jadi tertunda. Sebagian terpaksa menunda perawatan atau perbaikan karena tidak ada biaya.
PBOIN memproyeksikan dalam kondisi ekonomi normal nilai perdagangan jasa bengkel dan komponen otomotif Indonesia pada 2021 sebesar Rp325,51 triliun, meliputi bengkel authorized, bengkel mandiri skala besar, bengkel otomotif skala UMKM dan penjualan spare part.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah kendaraan di Indonesia tahun 2019 mencapai 133,62 juta unit. Terdiri sepeda motor 112,77 juta unit, mobil penumpang 15,59 juta unit, mobil angkutan barang 5,02 juta unit dan sisanya bus.
(Baca juga:Depresi Terlilit Utang, Pria Paruh Baya Gantung Diri di Bengkel Ciputat)
Dengan kebutuhan biaya perawatan rutin mobil penumpang dan angkutan rata-rata Rp5 juta per tahun per mobil, atau Rp420.000 per bulan, potensi transaksi jasa dan spare part Rp104,25 triliun. Untuk sepeda motor dengan rata-rata biaya perawatan rutin Rp1 juta per tahun per motor, transaksi jasa dan toko spare part Rp112,77 triliun.
Dari total itu, sekitar 5% mobil butuh perbaikan sedang dan berat, modifikasi, restorasi, dan asesoris dengan tambahan biaya rata-rata Rp50 juta per unit, dengan transaksi Rp52,12 triliun. Untuk sepeda motor dengan rata-rata Rp10 juta per unit, nilai transaksi Rp56,39 triliun.
PBOIN memproyeksikan dalam kondisi ekonomi normal nilai perdagangan jasa bengkel dan komponen otomotif Indonesia pada 2021 sebesar Rp325,51 triliun, meliputi bengkel authorized, bengkel mandiri skala besar, bengkel otomotif skala UMKM dan penjualan spare part.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah kendaraan di Indonesia tahun 2019 mencapai 133,62 juta unit. Terdiri sepeda motor 112,77 juta unit, mobil penumpang 15,59 juta unit, mobil angkutan barang 5,02 juta unit dan sisanya bus.
(Baca juga:Depresi Terlilit Utang, Pria Paruh Baya Gantung Diri di Bengkel Ciputat)
Dengan kebutuhan biaya perawatan rutin mobil penumpang dan angkutan rata-rata Rp5 juta per tahun per mobil, atau Rp420.000 per bulan, potensi transaksi jasa dan spare part Rp104,25 triliun. Untuk sepeda motor dengan rata-rata biaya perawatan rutin Rp1 juta per tahun per motor, transaksi jasa dan toko spare part Rp112,77 triliun.
Dari total itu, sekitar 5% mobil butuh perbaikan sedang dan berat, modifikasi, restorasi, dan asesoris dengan tambahan biaya rata-rata Rp50 juta per unit, dengan transaksi Rp52,12 triliun. Untuk sepeda motor dengan rata-rata Rp10 juta per unit, nilai transaksi Rp56,39 triliun.
Lihat Juga :