Peter Gontha Sentil Harga Sewa Pesawat Garuda, Staf Khusus Erick Minta Datanya

Senin, 01 November 2021 - 10:57 WIB
loading...
Peter Gontha Sentil Harga Sewa Pesawat Garuda, Staf Khusus Erick Minta Datanya
Peter Gontha menyentil selisih pengadaan harga sewa pesawat Garua jenis Boeing 777. Respon hal itu, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga meminta untuk menyiapkan data dan siap panggil KPK. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian BUMN menanggapi pernyataan Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk, (GIAA), Peter Gontha ihwal selisih pengadaan harga sewa pesawat jenis Boeing 777.

Melalui postingan di akun instagramnya, Peter menyebut harga sewa pesawat Boeing 777 di pasar mencapai USD750.000 atau setara Rp10,6 miliar per bulan (Kurs 14.400 per USD). Namun, manajemen Garuda sebelumnya berani membayar di angka USD1,4 juta atau Rp 19,8 miliar per bulan.

Baca Juga: Mantan Komisaris Garuda Saling Komen Soal Harga Sewa Pesawat di Sosmed, Dulu ke Mana?

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas Garuda akan mengambil langkah hukum bila pernyataan Peter terbukti benar. Langkah hukum itu berupa laporan pelanggaran manajemen emiten sebelumnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski begitu, Peter dinilai harus menyediakan data-data objektif perihal adanya selisih harga pesawat di pasar dan harga yang diberikan manajemen.

"Kami sangat mendukung kalau benar Pak Peter Gontha sudah menyediakan data mengenai penyewaan pesawat ke KPK," ujar Arya kepada Wartawan, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Peter Gontha Bersuara Lagi Soal Garuda: Komisaris Jangan Turut Campur

Menurutnya, bila dugaan pelanggaran yang dilontarkan Peter benar adanya, maka KPK akan melakukan pemeriksaan kepada mantan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia. Termasuk Peter yang tercatat pernah ikut menandatangani sejumlah pengadaan jenis pesawat.

"Jadi kita dorong supaya mantan-mantan Komisaris dan Direksi pada saat itu bisa diperiksa saja untuk mengecek bagaimana dulu sampai penyewaan pesawat tersebut bisa terjadi gitu," ungkap dia.
(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2300 seconds (10.177#12.26)