Wamen BUMN Pahala Mansury: Bergabungnya EMI ke PLN Percepat Dekarbonisasi
Senin, 01 November 2021 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Masuknya EMI menjadi keluarga besar PLN bukan kebetulan di saat Indonesia akan mengikuti Climate Change Conference (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Inggris Raya pada awal November 2021. Bergabungnya EMI ke PLN untuk mendukung komitmen pemerintah melawan perubahan iklim. "Bergabungnya EMI ke PLN juga menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan energi bersih di sektor kelistrikan," kata Pahala.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bergabungnya EMI sebagai bagian PLN merupakan langkah tepat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan ke dua perusahaan bisa lebih efisien. "Apalagi bisnis EMI dan PLN ini saling bersinggungan dan mempunyai keterkaitan satu dengan yang lain," ujarnya.
Baca Juga: Tiba di Glasgow, Jokowi Hadiri KTT Pemimpin Dunia COP26
EMI sebagai perusahaan jasa energi (ESCo/Energy Service Company) diharapkan dapat mencapai target pemerintah mewujudkan net zero emission 2060. Adapun target tersebut juga telah didukung RUPTL 2021-2030 untuk mencapai porsi pembangkit EBT sebesar 51,6 persen. "Keberadaan EMI di bawah PLN juga diperlukan di tengah rencana pemberlakukan pajak karbon," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan bergabungnya EMI sebagai bagian PLN merupakan langkah tepat. Kolaborasi tersebut juga diharapkan ke dua perusahaan bisa lebih efisien. "Apalagi bisnis EMI dan PLN ini saling bersinggungan dan mempunyai keterkaitan satu dengan yang lain," ujarnya.
Baca Juga: Tiba di Glasgow, Jokowi Hadiri KTT Pemimpin Dunia COP26
EMI sebagai perusahaan jasa energi (ESCo/Energy Service Company) diharapkan dapat mencapai target pemerintah mewujudkan net zero emission 2060. Adapun target tersebut juga telah didukung RUPTL 2021-2030 untuk mencapai porsi pembangkit EBT sebesar 51,6 persen. "Keberadaan EMI di bawah PLN juga diperlukan di tengah rencana pemberlakukan pajak karbon," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :